20 December 2019, 21:37 WIB

Stok Pupuk Jawa Barat dan Banten Aman


Kristiadi | Ekonomi

MEMASUKI musim tanam di awal 2020, PT Pupuk Kujang memastikan stok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Barat dan Banten aman hingga menjamin distribusi pupuk urea telah terpenuhi dengan jumlah  234.021 ton.

Kepala Bagian Hubungan Eksternal PT Pupuk Kujang, Indra Gunawan mengatakan, dalam menjamin distribusi pupuk urea bersubsidi dan mencegah terjadinya penyimpangan yakni penyaluran di lapangan pemerintah selama ini telah menerapkan sistem distribusi dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

"Sesuai ketentuan Kementerian Pertanian, produsen pupuk diwajibkan menyimpan stok sampai untuk kebutuhan dua minggu kedepan, tetapi pada praktiknya itu, PT Pupuk Kujang sebagai anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok setara dengan stok untuk dua bulan ke depan bahkan lebih. Hal ini guna mencegah terjadinya kelangkaan pada saat terjadi lonjakan permintaan di musim tanam," katanya, Jumat (20/12).

Indra menjelaskan, sampai saat ini, stok urea untuk Jawa Barat dan Banten telah mencapai 234.021 ton atau 425 persen dari ketentuan stok 3 minggu sebesar 55.082 ton.

Untuk NPK, stok mencapai 55.867 ton atau hampir lebih dari lima kali lipat dari ketentuan sebesar 10.031 ton. Sedangkan untuk pupuk organik, stoknya telah mencapai 11.979 ton atau 185 persen dari ketentuan 6.087 ton.
 
"Ketersediaan stok pupuk yang cukup banyak ini guna mempersiapkan musim tanam ke-II dan akhir tahun. Karena, pencapaian realisasi penyerapan pupuk urea bersubsidi di Jabar dan Banten, sampai dengan 19 Desember sudah mencapai 484.019 ton jumlah tersebut setara dengan 81 persen jika dibandingkan kebutuhan Dinas Pertanian sebanyak 595.147 ton," ujarnya.

Indra mengungkapkan, stok pupuk di wilayah Tasikmalaya dipastikan aman karena telah mencapai 7.548 ton pupuk urea 237 persen dari ketentuan sebesar 3.183 ton, sedangkan stok pupuk organik 494 ton ketersediaan ini cukup sampai akhir tahun. Namun, untuk stok pupuk NPK Phonska di wilayah Tasikmalaya menjadi wilayah tanggung jawab distribusi PT Petrokimia gresik. (OL-11)

BERITA TERKAIT