21 December 2019, 04:20 WIB

G-Pluck The Asian Beatles


(M-4) | Weekend

MI/SUMARYANTO BRONTO
 MI/SUMARYANTO BRONTO
G-Pluck The Asian Beatles

PEMBAWA acara Kick Andy, Andy F Noya, pada kesempatan ini juga mewawancarai para personel band G-Pluck. Band asal Bandung, Jawa Barat, itu, selalu membawakan lagu The Beatles setiap manggung. The Beatles sendiri, yang saat ini tentu sangat populer di kalangan penikmat musik merupakan band legendaris asal Liverpool, Britania Raya.

Band G-Pluck, selain membawakan lagu-lagu, juga meniru gaya dan penampilan para personel The Beatles secara menyeluruh. Mulai gaya rambut, pakaian, sampai alat musik yang digunakan. Band tribute The Beatles, G-Pluck, beranggotakan Awan Garnida (sebagai Paul McCartney dan pemain bas), Sigit Adnan (sebagai Jhon Lennon dan pemain gitar), Wawan (sebagai George Harrison dan pemain gitar), Bani (sebagai Ringgo Starr pada drum), dan ada juga Valdi (additional pada kibor).

Bahkan, band G-Pluck yang telah terbentuk sejak 1997-an itu sudah merambah panggung-panggung musik di Eropa. Saking miripnya dengan The Beatles, mereka bahkan telah mendapat julukan The Asian Beatles dan tak jarang pula di setiap penampilannya, penggemar sering mengaku dapat merasakan kembali hadirnya sang legenda The Beatles. Menariknya, baru-baru ini G-Pluck juga diundang langsung ke Liverpool untuk menghadiri Beatles Week Festival dan tentunya mereka turut diberi kesempatan untuk membawakan lagu-lagu sang idola.

Selain menggemari karya The Beatles, personel G-Pluck juga punya alasan khusus mengapa mereka ingin membuat band tribute untuk band legendaris tersebut. Awan mengatakan bahwa The Beatles punya banyak perlengkapan yang memiliki nilai dan sangat menarik untuk dikoleksi (collectable). Harganya bahkan cukup tinggi dan tak jarang yang langka maupun tak dapat dibeli dengan uang.

"Ada uangnya, tapi barangnya tidak ada. Saking mahal dan rare-nya. Sebagai band tribute, tentu kami berusaha apa yang dipakai Beatles juga kami pakai. Baju, misalnya, kami sampai langganan dengan taylor di Inggris. Ini gitarnya juga isu. Jadi ceritanya pabrik-pabriknya memproduksi ulang dengan spesifikasi yang sama dan alhamdulillah sekarang G-Pluck bisa mengoleksi item-item rare itu," imbuh Awan. (M-4)

BERITA TERKAIT