20 December 2019, 18:10 WIB

Presiden : Kita Pilih Beliau-Beliau yang Orang Baik


Abdillah Muhammad Marzuqi | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
Dewas KPK 2019-2023 (dari kiri) Syamsuddin Haris, Harjono, Artidjo Alkostar, Tumpak Hatorangan Panggabean dan Albertina Ho.

PRESIDEN Joko Widodo mengaku punya pertimbangan tersendiri dalam memilih sosok untuk menduduki jabatan Komisioner dan Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Presiden memilih lima anggota Dewas KPK dan menunjuk Tumpak Hatorangan Panggabean menjadi Ketua Dewas KPK.

"Ya kan sudah saya sampaikan yang kita pilih beliau-beliau yang orang-orang baik. Beliau adalah orang baik, memiliki kapabilitas, memiliki integritas, memiliki kapasitas dalam hal-hal yang berkaitan wilayah hukum," terang Presiden Jokowi, seusai pelantikan Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK, di Istana, Jumat (20/12)

Presiden juga menuturkan pemilihan Dewas KPK juga didasarkan pada pertimbangan kombinasi dari banyak aspek. Kombinasi itu ditujukan untuk lebih menajamkan fungsi kontrol dan pengawasan yang dilakukan Dewas KPK.

"Memang ini kita pilih dari sudut-sudut yang berbeda-beda. Ada yang mantan hakim, ada yang hakim aktif, ada juga mantan KPK, ada juga yang akademisi, ada mahkamah konstitusi. Saya kira sebuah kombinasi yang sangat baik sehingga memberikan fungsi terutama fungsi kontrol dan pengawasan terhadap komisioner KPK," papar Presiden.

Presiden juga memperhitungkan Dewas KPK akan mampu bekerja sama dengan Komisioner KPK.

"Saya kira ini akan bekerja sama dengan baik dengan komisioner. Hitungan kita itu," tandasnya.

Presiden juga berharap Dewas KPK dan Pimpinan KPK baru bisa lebih menguatkan KPK. Presiden menegaskan bahwa pemberantasan korupsi yang sistematis bisa membawa dampak bagi perekonomian Indonesia.

"Saya berharap sekali lagi penguatan KPK itu betul-betul nyata. Pemberantasan korupsi bisa sistematis, sehingga betul-betul memberikan dampak yang baik bagi ekonomi, bagi negara kita," tegasnya. (OL-11)

BERITA TERKAIT