20 December 2019, 17:48 WIB

Dirut PT Inti, Darman Didakwa Suap Dirkeu PT AP II


M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum

Antara
 Antara
 Darman Mappangara didakwa melakukan suap kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II 

MANTAN Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT Inti) Darman Mappangara didakwa melakukan suap kepada Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Yastrialsyah Agussalam.

Dalam sidang pengadilan tindak pidana korupsi (tipikor) Jakarta Pusat, Jumat (20/12), terungkap pula perbuatan terdakwa dilakukan bersama pihak swasta Andi Taswin Nur terkait proyek Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo (PT APP).

"Bahwa perbuatan terdakwa memberikan uang sebesar USD71.000 dan SGD96.700 kepada Andra dengan maksud mengupayakan PT Inti menjadi pelaksana pekerjaan dalam pengadaan dan pemasangan BHS di kantor cabang PT Angkasa Pura II," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Haerudin saat membacakan dakwaan, Jumat (20/12).

Pemberian uang tersebut dilakukan oleh Darman secara bertahap. Awal mula pada 25 Juli 2019 terdakwa meminta Taswin menyiapkan uang sebesar Rp2 miliar yang akan diserahkan kepada Andra untuk mempermulus kontrak kerja antara PT Inti dengan PT Angkasa Pura Propertindo.

Pada 26 Juli atas perintah terdakwa, Taswin memberikan uang sebesar USD53.000 kepada Andra melalui supir pribadi Andra, Endang di Mall Plaza Senayan, Jakarta.

Keesokan harinya Taswin kembali menyerahkan uang sebesar USD18.000 Namun uang tersebut lebih dulu ditukarkan di tempat penukaran valas. Total yang diberikan menjadi Rp253.620.000.

"Selanjutnya, pada tanggal 30 Juli terdakwa menyerahkan uang sebesar Rp1 miliar kepada Andra. Dan terdakwa juga meminta tolong agar uang muka PT APP ditambah, katena PT Inti sedang membutuhkan dana Rp16 miliar atau 20% dari nilai kontrak," ujar Haerudin.

Tanggal 31 Juli terdakwa meminta Taswin untuk mengirimkan uang sebesar Rp1 miliar dengan mata uang SGD kepada Andra. Andi pun menghubungi Endang untuk menentukan pengambilan uang tersebut.

"Ada kalimat 'dia harus jemput barang paketnya itu ada di Kokas' dan selanjutnya disepakati pertemuan di Mall Kasablanka sekitar pukul 19.00 WIB," tambah Haerudin.

Diketahui, suap tersebut berawal ketika Darman mendengar adanya proyek pengadaan Baggage Handling System di PT Angkasa Pura Propertindo (PT APP). Terdakwa pun menemui Andra, setelah adanya kesepakatan Andra berkomitmen akan mengawal proyek tersebut.

Hal itu dibuktikan dengan Andra menyuruh orang kepercayaannya Marzuki Battung untuk membantu PT Inti mendapatkan proyek tersebut.

"Andra menyampaikan akan mengawal pekerjaan tersebut di tingkat direksi PT AP II dan apabila ada hambatan maka akan disampaikan," tandas Haerudin.

Darman dikenakan Pasal Alternatif, dirinya diduga melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a dan b, serta Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dan Pasal 64 Ayat (1) KUHP. (OL-11)

BERITA TERKAIT