20 December 2019, 17:24 WIB

Kemenkes Cek Kesehatan Para Sopir di Terminal Kampung Rambutan


mediaindonesia.com | Humaniora

istimewa/Kemenkes
 istimewa/Kemenkes
Acara ‘Cek Kesehatan Pengemudi’ dalam rangka Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Jumat (20/12).

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, mengajak para pengemudi bus di Terminal Kampung Rambutan Jakarta timur, untuk tetap hidup sehat dan menjaga kesehatan ketika melakukan pekerjaan pada  acara ‘Cek Kesehatan Pengemudi’ dalam rangka Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Jumat (20/12.

Acara yang digelar Kemenkes itu, menghadirtkan narasumber dari acara tersebut Staf ahli Bidang Desentralisasi Kesehatan Kemenkes dr Pattiselanno Robeth Johan, MARS.   

“Germas sendiri bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat dapat berperilaku hidup sehat dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia dapat terwujud,” kata dr Pattiselanno kepada para sopir bus dan penumpang.

Masalah kesehatan yang sering muncul di masyarakat Indonesia, menurut dr Pattiselanno, saat ini merupakan akibat dari perilaku hidup yang tidak sehat, sanitasi lingkungan dan keterbatasan ketersediaan air bersih di beberapa tempat, pola makan yang kurang sehat dan tingkat kesadaran masyarakat tentang kesehatan diri yang masih kurang.

“Hal tersebut menjadi tantangan utama bagi pemerintah Indonesia dari tahun ke tahun, berbagai upaya pemerintah telah dilaksanakan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui kegiatan-kegiatan sosialisasi serta publikasi yang dilakukan oleh Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes,” papar Pattiselanno.

Para pengemudi khususnya sopir bus memiliki peran utama sebagai penentu keamanan dan keselamatan para penumpang, tidak hanya sekadar mengemudikan bis saja, seorang pengemudi bis memiliki tugas besar lagi seperti memastikan kesehatan diri.

Ketika sedang menjalankan tugasnya dan menghantarkan para penumpang sampai tempat tujuan dengan aman dan nyaman, para sopir harus dalam kondisi sehat dan fit atau bugar.

Pattiselanno menegaskan bahwa Kemenkes mendorong agar para pengemudi bus untuk berani dalam menjaga hidup lebih sehat dengan turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Dalam acara yang digelar di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, para pengemudi bus diajak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemeriksaan terkait hipertensi, gula darah, amphetamine, dan juga alkohol.

Tak hanya itu, Kemenkes juga melakukan sosialisasi tentang hidup sehat dan bugar serta dilakukan bincang-bincang sehat mengenai pola dan gaya hidup sehat serta ada quis yang berhadiah menarik bagi para sopir.

Pattiselanno berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para pengemudi bis di Terminal Kampung Rambutan lebih sadar akan kesehatan diri serta dapat melakukan perilaku pola hidup sehat dalam kesehariannya, guna memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang.

“Tujuan acara ini adalah mengedukasi masyarakat khususnya pengemudi  dan pemudik agar semakin sadar bahwa sebelum melakukan mudik kita perlu menyiapkan diri agar tubuh kita fit sehingga terhindar dari risiko atau masalah kesehatan,” papar dr Pattiselanno.

“Harapan Kemenkes, semua masyarakat dapat melakukan mudik Natal dan Tahun Baru dengan aman, sehat dan selamat  serta gembira sampai tujuan sehingga angka kecelakaan dapat ditekan,” jelasnya.

Dokter Pattiselanno memberi tips bagi para penumpang. Ia menyarankan para penumpang bus untuk menyiapkan fisik agar sehat, dan cek kesehatan sebelum mudik, membawa obat-obatan pribadi yang diperlukan selama di perjalanan, apabila membawa makanan, pilih yang tidak cepat basi.

“Bila jajan, pilih makanan yang bergizi, aman dan bergizi, bila sakit manfaatkan pos kesehatan terdekat, dan terakhir tidak menerima makanan dan minuman dari orang yang tidak dikenal.

Sementara itu, tips bagi para pengemudi yakni mengecek kesehatan dan kendaraan, para pengemudi disarankan  tidur atau istirahat yang cukup, disarankan istirahat dan melakukan peregangan setelah 4 jam berkendara.

Selain itu, para sopir diminta memperhatikan dan patuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak minum minuman beralkohol atau yang membuat ngantuk, dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi dan perbanyak sayur, dan minum air putih delapan gelas per hari. (OL-09)

 

BERITA TERKAIT