20 December 2019, 14:24 WIB

Sejak Dikenakan Tarif, Penumpang LRT Capai 74.184


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/Insi Nantika Jelita
 MI/Insi Nantika Jelita
General Manager of Corporate Secretary PT LRT Jakarta, Arnold Kindangen.

MODA transportasi massal lintas rel terpadu atau light rail transit (LRT) Jakarta sudah 17 hari beroperasi secara komersial. Sebanyak 74.184 penumpang tercatat menggunakan layanan transportasi umum tersebut.

Sejak (1/12), LRT Jakarta mulai beroperasi secara komersial. Kereta dengan panjang lintasan 5,8 kilometer dikenakan tarif flat sebesar Rp5 ribu.

"Peningkatan penumpang ini cukup positif ya. Tren pelanggan LRT pada pekan pertama (desember) ada 31.433 orang, lalu pada pekan kedua ada 29.673 orang dan pekan ketiga mencapai 13.081 orang. Data ini baru sampai tanggal 17," ungkap General Manager of Corporate Secretary PT LRT Jakarta, Arnold Kindangen di Sentul, Bogor, Jumat (20/12).

LRT Jakarta memiliki enam stasiun, yakni Velodrome, Equestrian, Pulomas, Boulevard Selatan, Boulevard Utara, dan Pegangsaan Dua. Penumpang paling banyak, kata Arnold, berada di Stasiun Velodrome, yakni mencapai 30.596 orang atau 41,2 persen karena terintegrasi dengan transportasi lainnya.

Lalu disusul di Stasiun Boulevard Utara yang mencapai 23.891 orang dan ditempat ketiga ada di Stasiun Pegangsaan Dua yang mencapai 5.536 orang.

"Bahkan dalam bisa mencapai 1100 penumpang perhari. Itu karena terintegrasi penumpang yang naik Transjakarta dan LRT," jelas Arnold.

Pihaknya juga berupaya untuk menggaet penumpang dengan berbagai kegiatan. Jelang perayaan Natal, LRT Jakarta akan mengadakan choir dan a capella di dalam kereta. Selain itu, kata Arnold, berharap bisa berkolaborasi dengan pemkot setempat.

"Saya berharap sih LRT Jakarta bisa berkolaborasi dengan pemerintah setempat baik dari wali kota Jaktim walaupun wali kota Jakut untuk sama-sama kita berkolaborasi dengan swasta yang ada di sekitar untuk bertransportasi publik," tandas Arnold. (OL-4)

BERITA TERKAIT