20 December 2019, 12:22 WIB

Presiden Ingatkan UMKM Jangan Tinggalkan Pasar Domestik


Hilda Julaika | Ekonomi

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo yang berkesempatan membuka acara Pameran UMKM BRILian Preneur 2019 mengingatkan agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tak melupakan pasar domestik. Meski tengah gencar berupaya melakukan ekspor produk UMKM. Namun, pasar domestik harus tetap diperhatikan terutama dari serbuan produk impor di pasar Indonesia.

"Kita tau pasar domestik kita besar. Dan saya tidak mau pasar domestik dibanjiri oleh barang-barang impor," ujarnya.

Namun, presiden mengakui di era ekonomi terbuka ini tidak bisa untuk menutup keran impor secara bebas. Menurutnya satu-satunya cara untuk menghadapi situasi ini adalah dengan meningkatkan kualitas produk UMKM dalam negeri. Agar bisa bersaing dengan produk dari luar negeri.

"Selanjutnya bagaimana meningkatkan kapasitas agar bisa ekpor lebih banyak lagi. Caranya hanya satu yakni untuk bisa bersaing entah dari sisi harga, desain, kualitas, hingga kemasan harus menang," paparnya.

Saat ini, lanjutnya, kontribusi ekspor masih didominasi oleh perusahaan besar. Dengan angka mencapai 85,6%. Sementara itu, kontribusi UMKM baru mencapai angka 14%.

Namun, melalui projek pengembangan UMKM seperti yang dilakukan oleh BRI akan ikut mampu mendorong kapasitas UMKM Indonesia. Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan pada akhir 2020 kontribusi UMKM terhadap ekspor meningkat menjadi 18 persen. Begitu juga dengan kontribusi UMKM terhadap PDB nasional meningkat menjadi 61 persen dan rasio kewirausahaan menjadi 3,55 persen.(OL-4)

BERITA TERKAIT