20 December 2019, 00:45 WIB

Teknologi Usir Kuman pada Cucian


(RO/S-3) | Ekonomi

MESIN cuci front loading (bukaan depan) diyakini menjadi primadona meninggalkan yang dua tabung. Karenanya, PT LG Electronics Indonesia meluncurkan mesin cuci bukaan depan seri AI DD terbaru yang memberikan fokus pada perlindungan kesehatan dan higienis.

Menurut Product Marketing Manager Home Appliance LG Electronics Indonesia, Jun Yub Lee, AI DD memanfaatkan uap panas dari air bernama Steam+. "Gunanya mengeliminasi materi penyebab alergi atau alergen yang merugikan kesehatan dan mengurangi tingkat kekusutan pada hasil cucian sehingga lebih mudah dan gampang disetrika," ujarnya, Jakarta, pekan lalu.

Keunggulan Steam+ yaitu menghasilkan temperatur panas steam pada 60 derajat Celsius saat pencucian. "Kemampuan ini penting untuk membebaskan cucian dari kemungkinan debu yang menempel, kuman, dan bahan penyebab alergi secara optimal," imbuh Rumbi Simanjuntak, Head of Product Marketing Home Appliance LG Electronics Indonesia.

Kemampuan teknologi Steam+ itu memperoleh pengakuan internasional berupa sertifikat dari British Allergy Foundation (BAF). Sertifikat dari lembaga independen bertaraf global ini didapat setelah menjalani serangkaian uji independen terkait kemampuan mengeliminasi alergen hingga 99,9%.

Fitur turbo wash 360 juga hadir yang didukung 3D Multi Water Spray dan 6 Motion. 3D Multi Water Spray memunculkan empat titik pancaran air dengan peletakan pada beberapa sudut bagian depan tabung untuk menjangkau seluruh cucian secara merata.

Kerja pancaran air itu didukung pompa inverter dengan kecepatan putaran yang berubah, yakni tinggi dan rendah secara berulang.

Kecepatan putaran pompa tinggi mendorong pancaran air kuat dengan sudut tinggi dan kecepatan rendah membuat pancaran air lembut dengan sudut rendah.

Kerja pancaran air itu berkolaborasi dengan gerak unik tabung bertajuk 6 Motion. Namanya menyiratkan pada enam gerakan unik dari putaran tabung sepanjang proses pencucian.

Gerakan itu mencakup membanting, mengayun, dan memutar yang mengambil inspirasi dari gerak mencuci pakaian dengan tangan. "Kolaborasi kerja dua inovasi ini selain mengoptimalkan penyerapan deterjen lebih baik di awal, juga memberikan hasil optimal untuk melepas residu deterjen pada akhir pencucian," ujar Rumbi.

Keunggulan lain ialah penggunaan material stainless steel di seluruh bagian tabung dan seluruh komponen di dalamnya. Pilihan ini berdasarkan hasil pengujian dari Intertek yang menunjukkan stainless steel mencegah pertumbuhan bakteri 99% lebih tinggi jika dibandingkan dengan keadaan awal bakteri.

Ada pula internet of things dan artificial intelligence. Ini memberikan kemampuan mendeteksi karakteristik cucian dari 20 ribu data sebagai dasar algoritma. Selain mendeteksi berat cucian, AI DD memutuskan gerak pencucian yang berbeda berdasarkan tingkat kelembutan pakaian. (RO/S-3)

BERITA TERKAIT