20 December 2019, 05:40 WIB

Proyek LNG Abadi Masuki Tahap FEED


(Hld/E-2) | Ekonomi

DOK SKK MIGAS
 DOK SKK MIGAS
PENANDATANGANAN BLOK MASELA  oleh Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto (kiri), Presiden Inpex Masela Ltd Shunichiro Sugaya (tengah),  

KEPALA Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyebut proyek penggalian gas alam LNG Abadi saat ini sudah memasuki tahap tender kajian awal desain (front end engineering design/FEED). Tahapan proyek itu dipercepat setelah Presiden Joko Widodo menetapkan proyek LNG Abadi sebagai program strategis nasional.

"Sekarang kita masuk di desain FEED. Itu sekarang sedang ditenderkan siapa yang akan mengerjakannya," terang Dwi dalam sosialisasi proyek LNG Abadi ke industri nasional penunjang hulu migas ke sejumlah asosiasi dan perusahaan yang bergerak di bidang energi, di Jakarta, kemarin.

Diakui Dwi, proyek LNG Abadi yang mulai dikerjakan pada 2000 sempat berjalan lambat saat mengeksplorasi sumur pertama di Blok Masela.

Namun, begitu keluar instruksi dari Presiden Jokowi untuk memasukkannya sebagai program strategis nasional, langsung dibentuk empat grup kerja untuk mempercepat pengerjaan.

Empat grup kerja itu menangani FEED, perizinan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), pemasaran gas, dan penjajakan investor.

"Untuk pembeli gas, kita sudah dapat gambaran dari PLN, mungkin akan membeli 2-3 juta ton per tahun. Hanya kalau PLN itu masih menunggu RUPTL-nya dan persetujuan RUPTL (rencana usaha penyediaan tenaga listrik)-nya ke depan seperti apa. Kemudian dari LNG Japan Corporation juga sudah menyampaikan keminatannya. Sekarang barangkali 40%-50% dari produksi, sudah ada yang menyatakan minat," papar Dwi.

Di kesempatan yang sama, Dwi menambahkan, proyek penggalian gas alam LNG membutuhkan anggaran Rp65 triliun atau 26% dari total biaya proyek yang dikeluarkan.

Diperkirakan, produksi lapangan gas Abadi akan terjadi pada paruh kedua dasawarsa 2020-an. (Hld/E-2)

BERITA TERKAIT