19 December 2019, 21:58 WIB

Serapan Anggaran Rendah, Anies Dinilai Limbung Tanpa Wagub


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/Susanto
 MI/Susanto
Mantan Dirjen Kesbangpol kemendagri Ahmad Tanribali Lamo

GUBERNUR DKI Jakarta dinilai keteteran mengurus ibu kota tanpa wakil gubernur selama lebih dari satu tahun. Hal itu salah satunya terlihat dari serapan anggaran DKI Jakarta yang baru 72% menjelang penghujung tahun.

"Yang saya dengar penyerapan itu rendah sekali saat ini. Nah, itu bisa terjadi karena tidak adanya wagub. Anggaran yang tidak terserap akan jadi silpa. Ini akan berlangsung terus. Ini ada progran yang seharusnya sampai ke rakyat tapi ngga dikerjakan," ungkap Mantan Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri Ahmad Tanribali Lamo dalam diskusi DKI 2 Bertema Mencari Pendamping Anies, Mungkinkah Cawagub Alternatif di Gedung Joeang 45 Menteng 31, Kamis (19/12).

Tanri menyebut ada tugas-tugas yang memang tidak bisa dilimpahkan gubernur kepada pihak lain selain wagub. Terlebih di Jakarta yang memiliki permasalahan luar biasa. Dahulu bahkan Jakarta memiliki empat wakil gubernur.

"Hal itu mencerminkan betapa kompleksnya masalah Jakarta. Jakarta menjadi ibu kota negara, pimpinan negara ada, pimpinan partai ada. Oleh karena itu maka dibutuhkan orang yang paham tentang hal ini. Kalau wagub dikosongkan ada tugas yang tidak bisa terselesaikan. Kalaupun terselesaikan ya tidak maksimal," tegasnya.

Meski saat ini dalam memimpin Jakarta Anies telah memiliki empat deputi gubernur dan sekretaris daerah, hal itu tetap masih kurang tanpa adanya sosok wagub.

Baca juga : Kandidat Cawagub Mengerucut, Nama Sekda DKI Tergusur

Tugas-tugas wagub pun sudah sangat jelas terpampang dalam pasal 64 sampai pasal 67 Undang-undang No 23 tahun 2014 tentang Pemda.

"Contohnya dalam menjaga kerukunan umat beragama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Tugas FKUB itu. Tapi siapa yang mengetuai FKUB ? Yakni wagub. Secara organisasi wagub itu sangat dibutuhkan," ujarnya.

Kunci menyelesaikan persoalan wagub adalah dengan mempertemukan dua parpol pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Kedua parpol harus membuat kesepakatan agar wagub segera terpilih.

Sebelumnya, PKS sudah mengajukan dua kadernya yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Namun, kedua nama cawagub hingga kini tidak diproses DPRD.

Sementara Gerindra mencalonkan empat nama baru yakni Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantono, Sekretaris Jenderal Gerindra Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.(OL-7)

BERITA TERKAIT