19 December 2019, 21:40 WIB

Koperindag Lembata Pastikan Pangan dan BBM Aman Jelang Nataru


Alexander P Taum | Nusantara

MI/Alex Taum
 MI/Alex Taum
Disperindag Lembata memeriksa toko-toko untuk memastikan stok pangan aman menjelang Natal dan Tahun Baru.

PEMERINTAH Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, memastikan pasokan pangan baik sembako maupun daging aman, jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Sedangkan para pengecer BBM yang kerap meresahkan warga karena menjual BBM di luar HETpun mulai ditertibkan.

Aparat gabungan yang terdiri dari Dinas Koperasi Perindustrian dan perdagangan (Koperindag), Kepolisian Resor Lembata, Satpol PP, serta aparat pada Kantor Kecamatan Nubatukan, Kamis (19/12), menyita ribuan barang kedaluwarsa dari sejumlah toko di dalam Kota Lewoleba.   

Selain menyita barang kedaluwarsa, para petugas gabungan juga menertibkan pengecer BBM yang menjual BBM di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Penertiban itu dilaksanakan dengan menggelar patroli keliling Kota Lewoleba sambil mengingatkan para pengecer BBM tentang standar Harga Eceran teringgi (HET) BBM sebagaimana ditetapkan dalam Surat Keputusan Bupati Lembata Nomor 418 Tahun 2017. Aparat gabungan juga tidak segan-segan menyita pengecer yang menjual BBM di luar HET.

Sementara itu, guna memastikan ketersediaan stok daging ayam dan sapi tersedia menjelang Natal dan Tahun Baru di Lembata, Dinas Koperindag setempat juga mengecek stok daging ayam dan daging sapi di sejumlah gerai daging di dalam Kota Lewoleba. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperindag Lembata, Gabriel Bala Warat, kepada Media Indonesia, Kamis (19/12).


Baca juga: Polda Papua Kirim Tim Usut Insiden yang Tewaskan Brigadir Saut


Disebutkan, operasi sita barang kadaluarsa menjadi agenda rutin tahunan menjelang Hari Raya Natal dan tahun. Operasi sita ini dimasksudkan untuk memastikan pasokan bahan pangan siap saji sehat untuk dikonsumsi warga. Operasi dipimpin langsung Kabid Perdagangan Dinas Koperindag Lembata, Mikael Boli.

"Kita kirimkan tim untuk menggelar operasi sita barang kadaluarsa di sejumlah toko yang menjual sembako dan panganan siap saji. Operasi sita ini dilaksanakan sejak pekan lalu, di 9 kecamatan di Lembata. Tentu tidak semua toko dan kios di wilayah kita periksa. Kita berkonsentrasi di toko-toko dan kios-kios besar yang memasok sembako dan barang siap saji. Ribuan makanan siap saji berupa minuman, bahan masakan, snack, bumbu instant, minyak goreng, rokok, kosmetik, yang sudah kedaluwarsa, kami sita. Sebagiannya sudah dimusnahkan di Mapolres Lembata. Sebagian lagi sisa operasi hari ini kami masih amankan," ujar Gabriel.

Sedangkan tentang penertiban pengecer BBM, pihaknya mengingatkan warga untuk menjual harga BBM sesuai standar HET yang ditetapkan Pemerintah sebagaimana ditetapkan dalam SK Bupati Lembata.

"Di dalam SK Bupati Lembata tentag HET itu, pemerintah sudah merinci kompensasi harga dasar per Liter, yang disesuaikan dengan jarak, biaya angkut di 9 Kecamatan. Penetapan HET ini baru untuk premium dan solar. Jadi pengecer wajib menjual BBM berdasarkan HET yang ditetapkan pemerintah. Di luar itu, wajib disita," tegas Gabriel.

Sedangkan stok daging selama Hari Raya Natal dan Tahun Baru, ia memastikan, stok daging sapi tersedia 300 kg yang dipasok dari Kupang. Sedangkan daging ayam tersedia dua cool box. Persediaan di sejumlah gerai pemotongan hewan ini hanya cukup hingga sepekan. Sementara pemotongan sapi dan ayam akan dilakukan shari sebelum hari raya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT