19 December 2019, 20:54 WIB

Simaskota Bantu Wujudkan Sanitasi Sehat di Ibu Kota


Ghani Nurcahyadi | Megapolitan

Dok. APP Sinar Mas
 Dok. APP Sinar Mas
Peserta Lokakarya Simaskota melakukan tinjaun lapangan

DENGAN penduduk lebih dari 10 juta jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2017, DKI Jakarta masih dihadapkan dengan permasalahan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Masih ada ratusan ribu jiwa yang tidak memiliki akses ke tangki septik yang layak.

Upaya mendorong percepatan pencapaian 100% Stop BABS (buang Air Besar Sembarangan) salah satunya adalah melalui program Simaskkota (Sanitasi untuk Masyarakat Kota DKI Jakarta) yang merupakan kolaborasi berbagi pihak untuk membantu percepatan progam sanitasi di DKI Jakarta.

Kolaborasi di Simaskota melibatkan Pemprov DKI, APP Sinar Mas, Konsorsium SPEAK Indonesia, dan Yayasan Pembangunan Citra Insan (YPCII) sebagai mitra kerja. Program itu juga didukung oleh USAID IUWASH PLUS.

Deputi Gubernur Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman Suharti mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan berbagai pemasalahan kualitas sanitasi dengan melakukan berbagai macam kegiatan.

"Pemprov DKI menyatakan apresiasinya terhadap program Simaskota sebagai salah satu bentuk nyata kolaborasi antara warga, NGO, private sector, dan pemerintah dalam mengakselerasi pemenuhan sanitasi yang layak bagi warga Jakarta," kata Suharti saat Lokakarya Simaskota, 17-18 Desember di Balaikota DKI.

Baca juga : Perbaikan Sanitasi Memerlukan Biaya Rp10 Miliar

Ia menegaskan, program Pemprov DKI akan hasil yang jika masyarakat juga menyadari pentingnya isu sanitasi yang layak mengingat dampaknya pada kesehatan individu maupun lingkungan yang cukup besar.

Program Simaskota adalah program  peningkatan kapasitas warga untuk mampu melakukan perubahan perilaku sanitasi melaui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), termasuk dalam hal ini dukungan penyediaan infrastruktur, sarana, dan prasarana.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga (Kesjaor), Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Rismana Adji mengatakan, strategi perubahan perilaku di masyarakat dengan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) saat ini gencar dilaksanakan dan perlu dukungan semua pihak.

"Sampai hari ini, sebanyak 25 atau 9% dari 267 Kelurahan di DKI Jakarta yang sudah mencapai 100% Stop BABS/ODF. Harapannya, di tahun 2022 seluruh kelurahan di DKI Jakarta sudah melaksanakan STBM sesuai target yang dicanangkan," katanya.

Lokakarya Simaskota pada 17-18 Desember bertujuan untuk menggali pembelajaran dari pelaksanaan program  di wilayah Tebet Timur dan Pademangan Barat.

Camat Pademangan Barat Mumu Muhajid mengungkapkan, di wilayahnya, pendekatan dimulai dari masyarakatnya dengan membangun awareness, lalu mendorong Lurah-lurah, instansi sektoral seperti SDA, Binamarga, Puskesmas serta sektor sektor yang lain untuk terlibat dan berkolaborasi.

Sedangkan Kelurahan Tebet Timur yang punya target dalam 3 tahun seluruh warga RW 10 terbebas dari BABS, menekankan pentingnya kebutuhan IPAL komunal maupun individu yang jadi kebutuhan dasar terkait sanitasi.

Baca juga : Pemprov Hibahkan Rp10 Miliar untuk Bangun Sanitasi

"Program Simaskota sangat bermanfaat membantu masyarakat mendapatkan akses sanitasi yang layak, serta menggerakkan  warga melakukan perubahan melalui pendampingan yang diberikan," ujar Yunaenah, Lurah Tebet Timur.

Wakil Walikota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengatakan, penanganan sanitasi sangat membutuhkan kolaborasi. Saat ini sekitar 5.000 RT dari 579 RW di Jakarta Selatan masih perlu penanganan sanitasi yang intensif dan inovatif.

"Pembangunan IPAL komunal melalui gerakan STBM ini diharapkan  akan mampu memicu masyarakat dan  mengundang keterlibatan berbagai pihak, terutama di lokasi-lokasi yang masih rentan terhadap masih perilaku  buang air besar sembarangan tersebut," tukasnya.

Deputi Director Sustainability & Stakeholder Engagment APP Librian Anggraeni menjelaskan, APP Sinar Mas yang kini ketua Indonesia Water Mandate Working Group (IWMWG) dalam Indonesia Global Compact Network (IGCN) memiliki perhatian pada sektor air dan sanitasi di Indonesia.

"Program ini juga merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap UN SDGs sekaligus membantu program pemerintah," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT