20 December 2019, 03:15 WIB

New South Wales Dinyatakan Darurat


MI | Internasional

KEADAAN darurat kembali diumumkan di negara bagian terpadat Australia, New South Wales (NSW), pada Kamis (19/12) hari ini. Di New South Wales yang beribu kota ­Sydney dilaporkan ada lebih dari 100 kebakaran hutan yang sedang berkobar.

Menteri Utama (Premier) NSW, Gladys Berejiklian, mengatakan keadaan darurat diberlakukan selama tujuh hari. Pengumuman keadaan darurat di NSW tersebut merupakan kali kedua setelah keadaan darurat di NSW sebelumnya juga diumumkan pada pertengahan November lalu.

Pengumuman itu dikeluarkan menyusul gelombang panas dahsyat yang memicu kebakaran hutan kian tak terkendali, menghancurkan rumah-rumah dan meninggalkan asap berbahaya.

Pada saat keadaan darurat tersebut diumumkan, ribuan petugas pemadam kebakaran Australia tengah berjuang memadamkan kobaran api di tengah suhu yang hampir mencapai 50 derajat Celsius di beberapa wilayah.

Kepala Pemadam Kebakaran New South Wales Shane Fitzsimmons mengungkap satu regu yang terdiri atas lima petugas pemadam kebakaran terluka saat berjuang menghentikan kobaran api.

Ia menyebut dua pria yang terluka parah telah diterbangkan ke unit spesialis luka bakar dan seorang wanita lainnya dilarikan ke rumah sakit ­terdekat.
Fitzsimmons mengatakan beberapa petugas ­pemadam kebakaran yang juga tengah diliputi ­kesedihan karena kehilangan rumah mereka sendiri akibat kobaran api terus berupaya menyelamatkan bangungan lainnya.

“Mereka dan keluarga serta kolega benar-benar hancur oleh kehilangan itu. Ini akan menjadi hari yang sangat ­emosional, sangat menguras tenaga bagi petugas pemadam kebakaran kita,” ungkap ­Fitzsimmons.

Seorang warga lokal di wilayah Buxton, yang terletak sekitar 100 kilometer dari Sydney, mengatakan kebakaran hutan di dekatnya yang telah menghancurkan puluhan bangunan tersebut jauh lebih buruk daripada tahun-tahun sebelumnya.

“Ini menyebar lebih cepat dengan angin, dan semak belukar maupun tanah begitu kering,” ungkap Paul Collins.

ABC melaporkan setidaknya 20 rumah hancur di NSW pada Kamis (19/12) ini. Di sisi lain, sekitar 5 juta penduduk Sydney terus dibuat sesak napas akibat kepulan asap dari kebakaran hutan dahsyat megablaze yang mengepung kota itu.

Prakirawan cuaca Badan Meteorologi Australia Dean Narramore mengatakan bahw gelombang panas yang berbahaya dan menimbulkan malapetaka itu mengalahkan puluhan rekor ketinggian suhu luar biasa di berbagai wilayah Australia.

“Kami menuju hari kelima atau keenam berturut-turut, dengan banyak tempat memecahkan rekor. Kami cenderung melihat 30 atau 40 catatan di berbagai wilayah negara,” ujar Narramore. (AFP/Uca/I-1)

BERITA TERKAIT