20 December 2019, 00:25 WIB

Franka Franklin Beri Dukungan untuk Perempuan Bekerja


Atalya Puspa | Hiburan

MI/Suryani Wandari
 MI/Suryani Wandari
Franka Franklin Makariem

ISTRI Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Franka Franklin Makariem, dikenal sebagai CEO Tulola Designs, perusahaan perhiasan yang mengusung merek lokal Bali. Perusahaan itu dikelolanya bersama aktris Happy Salma dan desainer Sri Luce Rusna.

Dalam berbisnis, Franka mengaku selalu berupaya mendukung perempuan untuk berkembang dalam dunia kerja tanpa meninggalkan urusan pribadinya. "Jadi, pandangan company adalah bagaimana kita mendukung perempuan yang sudah bekerja di perusahaan kami, baik yang belum jadi ibu dan yang sudah jadi ibu," kata Franka dalam acara Dialog Interaktif bertajuk Bagaimana Pemberdayaan Perempuan Membawa Kontribusi Ekonomi?, di Jakarta Selatan, Kamis (5/12).

Ibu dari Sorala Franklin Makariem itu menuturkan, fleksibilitas waktu kerja menjadi kunci untuk mengembangkan perempuan dalam dunia kerja. Dirinya menilai banyak perempuan yang akhirnya memutuskan untuk tidak mengembangkan kariernya karena perusahaan tidak memiliki regulasi yang ramah terhadap ibu yang bekerja.

"Fleksibilitas waktu. Kita no problem kalau banyak yang minta izin datang telat, mereka yang antar anak ke dokter atau urusan keluarga yang mendesak. Fleksibilitas waktu adalah yang penting. Yang terpenting juga, mereka paham ranah kerja dan goals-nya," tutur alumnus Hogeschool Rotterdam di Belanda, Northumbria University di Inggris, dan Raffles Design Institute di Singapura itu.


Akses microfinancing

Mulai 2019, perusahaan Franka juga menyediakan layanan microfinancing untuk single-moms. Hal itu bertujuan untuk mempermudah urusan perempuan yang menghidupi anaknya seorang diri saat mereka membutuhkan dana mendesak.

"Karena kadang mereka butuh dana yang di depan untuk menghidupi anaknya. Kita harap 2020 kita bisa jauh lebih kembangkan supaya bisa support Tulola ke depannya," katanya.

Dalam Tulola Designs sendiri, Franka menyatakan 80% pekerja di level manajemen merupakan perempuan. Selain itu, Franka juga menyatakan dirinya bekerja sama dengan penrajin perak dan emas di Bali, yang sebagian besar merupakan perempuan.

Franka menilai dalam menciptakan perusahaan yang menerapkan konsep kesetaraan gender merupakan hal yang penting. Dirinya menyatakan bahwa perusahaan harus memiliki kepekaan untuk menciptakan ruang bagi perempuan untuk berkembang.

Di sisi lain, ia berharap perempuan yang berkecimpung dalam dunia produktif juga memiliki kemauan kuat untuk mengembangkan diri dan tidak hanya berorientasi pada materi.

"Kita harus ubah mindset. Perempuan bekerja tidak hanya mencari uang, tetapi juga menambah perkembangan diri ke depannya. Kalau mindset seperti itu, kita bisa saling belajar setiap harinya," tandasnya. (H-2)

BERITA TERKAIT