19 December 2019, 22:20 WIB

Gubernur Anies Butuh Wakil


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/Insi Nantika Jelita
 MI/Insi Nantika Jelita
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

DUA partai politik yakni Partai Gerindra dan PKS berebut kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta hingga membuahkan hasil belum hadirnya pengganti Sandiaga Uno hingga saat ini.

Diharapkan perselisihan mengenai kader dari partai mana yang akan menjadi cawagub akan segera terselesaikan. Sebab, jika berlarut-larut dikhawatirkan Gubernur Anies Baswedan akan semakin keteteran mengurus Jakarta. Terlebih saat ini masalah penyerapan anggaran sangat disoroti.

Penyerapan belanja DKI saat ini baru 72% dari total anggaran belanja langsung dan tidak langsung sebesar Rp77 trilliun.

“Yang saya dengar penyerapan itu rendah sekali saat ini. Nah, itu bisa terjadi karena tidak adanya wagub. Anggaran yang tidak terserap akan jadi silpa. Ini akan berlangsung terus. Ini ada progran yang seharusnya sampai ke rakyat tapi ngga dikerjakan,” ungkap mantan Dirjen Kesbangpol Kementerian Dalam Negeri Ahmad Tanribalo Lamo dalam diskusi bertema Mencari Pendamping Anies, Mungkinkah Cawagub Alternatif di Gedung Joeang 45 Menteng 31, Jakarta Pusat, Kamis (19/12).

Tanri menyebut ada tugas-tugas yang memang tidak bisa dilimpahkan gubernur kepada pihak lain selain wagub. Terlebih di Jakarta yang memiliki permasalahan luar biasa. Dahulu bahkan Jakarta memiliki empat wakil gubernur.

“Hal itu mencerminkan betapa kompleksnya masalah Jakarta. Jakarta menjadi ibu kota negara. Kalau wagub dikosongkan ada tugas yang tidak bisa terselesaikan. Kalaupun terselesaikan ya tidak maksimal,” tegasnya.

Meski saat ini dalam memimpin Jakarta Anies telah memiliki empat deputi gubernur dan sekretaris daerah hal itu tetap masih kurang tanpa adanya sosok wagub.
Kunci menyelesaikan persoalan wagub adalah dengan mempertemukan dua parpol pengusung Anies-Sandiaga. Kedua parpol harus membuat kesepakatan agar wagub segera terpilih.

Sebelumnya, PKS sudah mengajukan dua kadernya yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Namun, kedua nama cawagub hingga kini tidak diproses DPRD. Sementara Gerindra mencalonkan empat nama baru yakni Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantono, Sekretaris Jenderal Gerindra Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.


Tidak legowo

PKS menuding Gerindra tidak legowo karena masih menarik-narik kursi wagub DKI dari tangan PKS.

“Koalisi kenapa bisa awet terus ya karena ada kelogowoan,” ungkap politikus PKS Agung Setiarso.
Agung mencontohkan PKS yang merelakan calon presiden dan wakil presiden yang diusung pada Pilpres 2019 kesemuanya berasal dari Gerindra yakni Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

“Tapi kesepakatannya kursi wagub yang ditinggalkan Sandiaga ya jadi milik PKS,” ungkapnya.

Ia juga membantah bahwa dua nama cawaguh saat ini tidak menguasai masalah Jakarta. Sebab, masing-masing cawagub memiliki keahlian dan pengalaman masing-masing. Syaikhu ialah mantan wakil wali kota Bekasi. Sementara Agung adalah pebisnis sukses. (J-1)

 

BERITA TERKAIT