19 December 2019, 17:38 WIB

Wagub DKI Tersendat Karena Gerindra Tak Jalankan Kesepakatan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO
 Pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro

TERSENDATNYA proses pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta diduga akibat Partai Gerindra masih ngotot untuk menjajarkan kadernya berada di samping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di posisi wakil gubernur.

Hal ini menurut pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro sudah terlihat sejak awal ditandai dengan lambatnya penentuan cawagub.

"Perekrutan cawagub menurut saya berjalannya sangat lemban. Ini sudah ranah politik. Ada masalah yang tidak tuntas selesai antara kedua partai pengusung," kata Siti dalam diskusi DKI 2 Bertema Mencari Pendamping Anies, Mungkinkah Cawagub Alternatif di Gedung Joeang 45 Menteng 31, Kamis (19/12).

Berbagai upaya pun dilakukan di antaranya dengan mengajukan nama-nama baru untuk menjadi cawagub di samping dua nama yang sudah disepakati bersama PKS.

Siti menilai ada keinginan dari Gerindra untuk tetap mendapat representasi di kursi pemerintahan ibu kota. Hal itu disebabkan jika kursi wagub diberikan pada PKS, Gerindra tidak akan memiliki perwakilan.

"Anies kan independen. Sementara jika wagub dari PKS, Gerindra tidak ada representasinya. Inilah yang dipertanyakan oleh mereka mungkin," tuturnya.

Kemungkinan besar, Gerindra di awal cukup berbesar hati untuk membuat kesepakatan dengan PKS dan menyerahkan wagub kepada PKS.

"Dalam perkembangan politik akan ada pertanyaan seperti itu. Ini gejalanya menuju ketidakpastian. Politik itu penuh kompromi, cair. Teori tidak seperti itu," ungkapnya.

Namun, di saat yang sama PKS pun hendak total dalam menjalankan kesepakatan yang telah dibuat bersama Gerindra sebagai partai koalisi pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada 2017.

Sehingga, kesepakatan itu kini buyar dan juga membuat pemilihan wagub belum terselesaikan. Anies pun harus memimpin roda pemerintahan hingga kini sejak ditinggalkan Sandiaga Uno pafa Agustus 2018 silam.

"Tapi PKS ngotot, 'ini bagian saya'. Ternyata dalam praktis tidak seperti itu harus ada pembicaraan selanjutnya," tegasnya.

Siti menegaskan harus ada pertemuan yang menjembatani masing-masing kepentingan dua parpol ini. Sebab, jika tidak selesai, Anies terancam sendirian memimpin Jakarta hingga selesai masa jabatannya.

"Keinginan Gerindra perlu kanalisasi. Harus ada rencana A dan B. Kalau rencana A saya pikir pilihannya tidak bisa. Rencana B mungkin satu-satu calon bisa dari Gerindra dan PKS," ungkapnya.

Sebelumnya, PKS sudah mengajukan dua kadernya yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Namun, kedua nama cawagub hingga kini tidak diproses DPRD. Sementara Gerindra mencalonkan empat nama baru yakni Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra Arnes Lukman, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry J Yuliantono, Sekretaris Jenderal Gerindra Riza Patria, dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah. (OL-4)

BERITA TERKAIT