19 December 2019, 14:23 WIB

1.035 Kepala Keluarga di Babel Turun Kelas BPJS


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Rendi Ferdiansyah
 MI/Rendi Ferdiansyah
BPJS Kesehatan Pangkalpinang menyebutkan 1.035 Kepala Keluarga menurunkan kelas premi menjelang penaikan iuran BPJS Kesehatan.

BADAN Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Pangkalpinang mencatat hingga periode Oktober-Desember jumlah peserta BPJS Kesehatan Mandiri yang turun ke kelas tiga mencapai 1.035 Kepala Keluarga (KK). Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Pangkalpinang. Galih Mardi Ismiansyah mengatakan jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan di Provinsi Bangka Belitung hingga Desember sebanyak 1.123.525 peserta.

"Paling besar peserta Mandiri sebanyak 319 ribu peserta. Kemudian pekerja penerima upah 286.563 peserta, terus yang dibiayai APBN 225.811 peserta sedangkan yang ditanggung APBD 18.486 peserta," kata Galih. Kamis (19/12/2019).

Ia menyebutkan mulai Januari 2020, Pemerintah secara resmi memberlakukan tarif baru iuran BPJS. Hal ini menurutnya berdampak terhadap banyaknya peserta dari kelas 1 dan 2 turun kelas ke kelas 3.

"Jumlah peserta kelas 1,2 dan 3 mandiri se Babel ini 319 ribu peserta, yang turun kelas sudah mencapai 1.035 KK," ujarnya.

Turun kelas bukan hanya di kelas 2, tapi juga di kelas 1. Apabila satu keluarga ada empat orang, berarti ada empat ribu lebuh peserta turun kelas selama Oktober-Desember.

baca juga: Politik Uang Merusak Kualitas Pilkada 2020

Jumlah peserta turun kelas ini, diprediksinya akan terus bertambah. Untuk itu data akan terus berubah, mereka yang turun kelas rata-rata tidak sanggup membayar iuran secara mandiri karena dampak kenaikan iuran tersebut.

"Memang tidak dilarang turun kelas, kemungkinan mereka turun kelas karena tidak sanggup bayar iuran di kelas 1 dan 2 yang dianggap memberatkan," tuturnya. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT