19 December 2019, 11:54 WIB

50 % Desa di Blora Merupakan Kampung KB


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Akhmad Safuan
 MI/Akhmad Safuan
Bupati Blora Djoko Nugroho mengendalikan penduduk dengan membuat kampung KB. Saat ini sudah 50% desa di Blora jadi Kampung KB.

SEBANYAK 50% atau 147 desa dari 295 desa yang ada di Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjadi kampung keluarga berencana (KB). Ini sebagai bukti serius Pemkab Blora dalam mengendalikan jumlah penduduk. Belum lama ini Pemkab Blora meresmikan tujuh kampung KB baru yakni, Desa Kawengan, Desa Gedangdowo, Desa Bangsri, Desa Turirejo, Desa
Semampir dan Desa Blungun, Kecamatan Jepon, Blora.

Dengan peresmian tujuh kampung KB baru ini, maka untuk Kecamatan Jepon, yang terdiri dari 24 desa dan satu kelurahan sudah masuk semua sebagai kampung KB.

"Kami bersyukur sudah semua desa menjadi kampung KB, sehingga pengendalian penduduk semakin lebih baik dan terarah," ujar Camat Jepon Ani Wahyu Kumalasari, Kamis (19/12/2019).

Adanya kampung KB ini, lanjut Ani, maka warga akan lebih mendapat pelayanan kesehatan yang memadai serta peningkatan taraf hidup. Kampung KB ini tidak hanya memberikan pelayanan rutin kesehatan. Tetapi dilengkapi dengan informasi dan konseling remaja, posyandu, balita, ibu hamil dan menyusui dan usaha UKM.

Bupati Blora Djoko Nugroho usai peresmian tujuh kampung KB meminta seluruh kepala desa bisa mendukung kegiatan Kampung KB di masing-masing desanya. Sebab keberadaan kampung KB ini sebagai salah satu upaya perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Blora sejak dini.

Dengan KB, lanjut Djoko Nugroho, masyarakat bisa merencanakan pernikahan, membentuk keluarga yang sehat dan mencegah stunting, hal ini selaras dengan program Presiden Joko Widodo yang akan fokus pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

baca juga: Terowongan di Curug Jompong Kurangi Banjir di Dayeuhkolot

"Kita berharap adanya Kampung KB ini bisa sukses mencetak keluarga sehat dan generasi emas Indonesia," harap Djoko.

Tidak hanya itu, Bupati juga meminta semua pihak, lintas sektoral bisa bersama-sama menyukseskan program ini tanpa memandang ego sektoral. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT