19 December 2019, 11:03 WIB

Pemprov DKI Tegaskan Siap Hadapi Puncak Musim Hujan


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

ANTARA/Nova Wahyudi
 ANTARA/Nova Wahyudi
Warga menggunakan payung saat hujan di kawasan Semanggi, Jakarta.

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta siap hadapi puncak musim hujan. Puncak musim hujan telah diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi pada Februari mendatang.

Selain itu, diprediksi curah hujan juga akan meningkat di awal Januari 2020 mendatang.

Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini Yusuf menyebut satgas untuk menangani genangan telah siap bersiaga di lima wilayah.

"Semua personel yang ada di SDA siap jaga dari kemarin-kemarin," kata Juaini saat dihubungi, Rabu (18/12).

Selain itu, pompa-pompa juga telah disiagakan baik pompa stasioner maupun pompa mobile.

"Petugas pompa mobil sama satgas yag ada di lima wilayah semuanya sudah standby," ungkapnya.

Baca juga: Curah Hujan Februari Bisa Meningkat 4 Kali Lipat

Pengerukan waduk dan sungai pun terus berjalan.

Pengerukan, menurut Juaini, telah menjadi tugas rutin. Sehingga ia menegaskan petugas tidak menunggu musim hujan untuk mengeruk waduk.

"Memang sudah rutin mereka satgas. Jadi tidak harus nunggu musim hujan baru dikeruk, tidak. Sebelumnya sudah dikeruk karena sudah tugas rutin," tukasnya.

Sementara dari evaluasi hujan dan genangan yang terjadi pada Selasa (17/12) lalu, pihaknya akan menambah jumlah tali air serta pelebaran tali air di beberapa titik.

Pascahujan mengguyur Jakarta pada hari tersebut, muncul 19 titik genangan yang cukup tinggi dan lama bertahan. Genangan terjadi di kawasa Senayan, Tebet, Kebon Jeruk, hingga Cipayung.

"Jadi sebenernya sih (genangan) tidak nambah. Yang ada hilang terus timbul baru. Tapi setelah kita tangani, kan hilang tuh. Tapi karena kemarin kebetulan hujannya deras, dan juga antrenya lama. jadi kita kemarin evaluasi ya kita memang harus nambah melebarkan mulut air. Insya Allah sih sudah ngga ada genangan lagi di situ," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT