19 December 2019, 07:19 WIB

BPPT Dukung Konsep Ibukota Baru Dengan Teknologi


Siswantini Suryandari | Teknologi

MI/Siswantini Suryandari
 MI/Siswantini Suryandari
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa BPPT telah menyiapkan solusi teknologi yang dibutuhkan untuk ibu kota baru tersebut.

BADAN Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap mendukung terwujudnya smart and green city, konsep yang diusung untuk ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan bahwa BPPT telah menyiapkan solusi teknologi yang dibutuhkan untuk ibu kota baru tersebut.

"Solusi teknologi dari perencanaan untuk ibu kota baru bisa kami siapkan. Untuk teknologi lingkungan seperti kebutuhan air, konstruksi bangunan, energi listrik, dan lainnya," kata Hammam saat memaparkan capaian inovasi dan layanan teknologi BPPT 2019 yang bertajuk Membumikan Inovasi Teknologi untuk Negeri, di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Menurutnya sudah saatnya Indonesia menjadi negara berdaya saing tinggi dengan menggunakan hasil karya bangsa sendiri dalam konsep membangun ibu kota baru.

Pada kesempatan itu Hammam menjelaskan sebagai lembaga kaji terap, BPPT sudah berhasil menerapkan inovasi di banyak sektor seperti kebencanaan, infrastruktur dan transportasi, energi, tata kelola pemerintah berbasis digital, inovasi untuk industri farmasi agar Indonesia bisa mandiri, hingga penguasaan teknologi kecerdasan buatan dengan inisiasi BPPT AI Center.

Ia juga menyinggung menyongsong industri 4.0, salah satu keberhasilan BPPT yanng mendapat penghargaan dari pemerintah adalah inovasi keterbukaan informasi publik.

Pada kesempatan sama Deputi Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material BPPT Eniya Listiani Dewi, menambahkan bahwa pada 2020 BPPT akan mendorong PT LEN untuk memproduksi charging station untuk pengisian listrik pada mobil listrik. Saat ini charging station hasil inovasi BPPT baru ada di Kantor BPPT di Jakarta dan Puspiptek Serpong. Dan tahun depan akan didirikan charging station di Bandung.

"Target akselerasi PT LEN untuk membuat charging station untuk dipasang di tempat lain,sebagai produk massal dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 30%. Ini yang sedang kami dorong untuk mewujudkan kendaraan berbasis energi ramah lingkungan," terang Eniya.

baca juga: Dukung Merdeka Belajar, Zenius Gratiskan Video Pembelajarannya

Konsep kendaraan llistrik dengan pengisian bahan bakar berupa listrik (charging station) juga menjadi bagian konsep ibukota baru. Seperti keinginan Presiden Joko Widodo bahwa kendaraan yang ada di ibu kota baru harus ramah lingkungan seperti mobil listrik. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT