19 December 2019, 07:40 WIB

Hasil Voting Tentukan Nasib Trump


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/Brendan Smialowski
 AFP/Brendan Smialowski
Presiden AS, Donald Trump.

DPR Amerika Serikat kemarin mulai bersidang untuk memutuskan voting terhadap dua pasal pemakzulan Presiden Donald Trump. Jika Trump dimakzulkan, proses selanjutnya berpindah ke Senat AS yang akan menentukan dipecat-tidaknya Trump dari kursi presiden.

Trump bisa menjadi presiden AS ketiga dalam sejarah yang dimakzulkan setelah Andrew Johnson pada 1868 dan Bill Clinton pada 1998.

Proses di DPR AS diawali dengan diskusi mengenai prosedur pemungutan suara, yang dilanjutkan debat dari dua kubu tentang resolusi pemakzulan dan diakhiri voting final dua pasal pemakzulan. Debat antara kubu Demokrat dan Republik selaku pendukung Trump masih berlangsung hingga berita ini diturunkan.

Pasal pertama pemakzulan menuduh Trump menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Trump dituding menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar mau menyelidiki calon rival Trump di Pilpres AS 2020, Joe Biden, dengan iming-iming bantuan militer. Pasal kedua menuduh Trump menghalang-halangi pekerjaan Kongres karena menolak bekerja sama dalam penyelidikan kasus Ukraina tersebut.

"DPR AS akan menjalankan salah satu kekuatan yang paling utama yang diberikan konstitusi sebagaimana kami memilih untuk menyetujui dua pasal pemakzulan terhadap presiden. Kita harus menghormati sumpah sebagai anggota parlemen untuk mendukung dan mempertahankan konstitusi dari semua musuh: asing dan domestik," kata Ketua DPR AS, Nancy Pelosi, dalam sebuah surat kepada rekan-rekan Demokrat-nya, kemarin.

Saat ini DPR AS dikuasai Demokrat dengan 233 kursi, sedangkan Republik hanya memiliki 197 kursi. Namun, melihat situasi Senat AS yang dikuasai kubu Republik, agaknya akan sulit untuk akhirnya menggulingkan Trump.

Sementara itu, ribuan warga AS kemarin turun ke jalan menuntut Trump dimakzulkan karena keterkaitannya dalam skandal Ukraina. 

Sebaliknya Trump berkukuh melalui tulisannya di Twitter bahwa dirinya tidak bersalah. (AFP/Hym/Uca/X-11)

BERITA TERKAIT