18 December 2019, 22:47 WIB

Industri E-Commerce Jadi Pilar Ekonomi Baru Indonesia


Nurtjahyadi | Ekonomi

Antara
 Antara
Ilustrasi: Warga menggunakan fasilitas layanan perbankan digital di Jakarta, Kamis (18/7)

TIDAK bisa dimungkiri jika industri e-commerce mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dari tahun ke tahun berkat kepraktisan dan kemudahan saat bertransaksi. Hal ini tak lepas dari perilaku konsumen Indonesia yang menginginkan kecepatan dalam berbelanja didukung semakin banyaknya masyarakat yang 'melek teknologi' khususnya internet dan smart phone.

Bank Indonesia bahkan menyebutkan pada 2019 ini jumlah transaksi e-commerce per bulannya mencapai Rp11-Rp13 triliun. Bahkan berdasarkan prediksi Mckinsey pertumbuhan e-commerce di Indonesia meningkat delapan kali lipat jika dibandingkan tahun lalu.

Mckinsey memperkirakan total transaksi e-commerce pada 2020 mencapai US$ 65 miliar. E-commerce juga dapat mendorong dan membantu industri UKM untuk bisa berdaya saing dan Go Digital.

Perkembangan industri e-commerce yang terus tumbuh ini mendorong Tempo media melakukan riset mengenai e-commerce di Indonesia. Head of Research and Data Analysis Pusat Data dan Analisa Tempo Ai Mulyani mengatakan, tahun ini pihaknya sudah melakukan survei kepada 1.027 responden yang pernah mengunjungi website atau aplikasi e-commerce.

Dari hasil survei, pemain besar seperti Shopee, Tokopedia, Bibli dan Bukalapak masih mendominasi dan menjadi brand e-commerce yang paling digemari. Ai juga mengatakan industri e-commerce mempunyai prospek yang cukup cerah dan bisa menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia.

"Pertumbuhan industri e-commerce memang luar biasa dan termasuk kontributor baru bagi ekonomi Indonesia," ujar Ai Mulyani dalam acara 'Ngobrol@Tempo tentang e-commerce' di Jakarta, Rabu (18/12).

Hal itu diamini oleh Country Brand Manager Shopee Indonesia Rezky Yanuar. Sebagai salah satu pemain e-commerce ternama di Indonesia, Shopee meraup Rp1,3 triliun Gross Merchandise Value hanya dalam waktu 24 jam dan terdapat 80 juta barang yang terjual sepanjang Hari Belanja Nasional, 12 Desember lalu.

Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Shopee ikut mendorong daya beli konsumen dan dan tentunya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Melihat peluang tersebut, Vice President of Business Development Bibli.com Wiliam Hadibowo mengatakan pihaknya akan terus melakukan inovasi agar bisa diterima di pasar dan bisa bersaing di pasar e-commerce di Indonesia.

Wiliam Hadibowo mengatakan bahwa meskipun e-commerce terus mengalami pertumbuhan, namun hal itu tidak akan bisa menggantikan posisi ritel modern karena mempunyai target pasar berbeda dan keduanya sama sama tumbuh kedepannya. (RO/OL-8)

BERITA TERKAIT