19 December 2019, 03:20 WIB

Flamengo Tatap Kesuksesan 1981


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola

(Photo by KARIM JAAFAR / AFP)
 (Photo by KARIM JAAFAR / AFP)
Pemain tengah Flamengo, Giorgian De Arrascaeta (kiri) merayakan golnya selama pertandingan sepak bola semifinal FIFA Club World Cup 

PUBLIK Rio De Janeiro, Brasil, berharap klub kebanggaan mereka, Flamengo, berjaya di Doha, Qatar. Pada Jumat (13/12) lalu, masyarakat berjejal melepas bus yang membawa tim berjuluk Urubu itu bertolak ke bandara untuk tampil di ajang Piala Dunia Antarklub 2019. Dukungan yang wajar sesuai dengan julukan klub itu, O mais querido do Brasil (Yang paling dicinta Brasil).

Flamengo menjawab dengan langkah gemilang. Mereka mengamankan tiket ke final Piala Dunia Antarklub setelah tampil luar biasa dengan mengempaskan Al Hilal Arab Saudi 3-1 pada laga semifinal di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, kemarin dini hari WIB.

Kini Flamengo menunggu lawan, yakni pemenang laga semifinal lain, Liverpool kontra Monterrey, yang berlangsung dini hari tadi.

Flamengo tinggal selangkah lagi mengulang keberhasilan menjadi juara dunia seperti yang mereka raih pada 1981.

Prestasi tertinggi itu mereka raih ketika ajang antarklub dunia masih berlabel Piala Intercontinental yang dilangsungkan di Tokyo, Jepang. Ajang yang mempertemukan klub kampiun Amerika Latin, pemilik Piala Libertadores, dengan klub juara Eropa, penguasa Liga Champions Eropa.

Flamengo yang dimotori Zico, 'si Pele Putih', bertemu Liverpool yang masih dibela pemain bintang Kenny Dalgish. Flamengo menjadi juara dunia dengan unggul 3-0.

"Saya tidak peduli apakah kami bermain melawan Liverpool atau tim Meksiko. Kami tidak memikirkan Liverpool sebelum bermain menghadapi Al Hilal, tetapi saya selalu terkesan dengan sepak bola Eropa dan saya percaya mereka adalah favorit," ucap pelatih Flamengo, Jorge Jesus, setelah anak asuhnya memastikan tiket ke laga pamungkas.

"Ketika kami datang ke Qatar, kami ingin memenangi Piala Dunia Antarklub, dan sekarang kami menginginkannya lebih lagi," tambah mantan pelatih Benfica itu.

Kebobolan dulu

Kemenangan Flamengo atas klub wakil Asia, Al Hilal Arab Saudi, tidak didapat dengan mudah. Flamengo justru tertekan terlebih dahulu.

Tanpa ampun, Al Hilal rutin melancarkan serangan demi serangan. Hasilnya, Al Hilal sukses unggul melalui Salem Al Dawsari di menit ke-18.

Performa apik Al Hilal terus ditampilkan hingga babak pertama usai. Namun, penampilan Al Dawsari dan kolega limbung selepas jeda.

Baru 4 menit babak kedua berlangsung, Giorgian De Arrascaeta meneruskan umpan tarik Bruno Henrique. Gol penyama skor pun tercipta.

Flamengo seolah menemukan ritme permainan. Sebaliknya, alih-alih bangkit, Al Hilal justru malah tertinggal akibat kejelian Henrique yang menanduk bola umpan Rafinha pada 12 menit sebelum laga usai.

Henrique kembali menjadi otak di balik terjadinya gol ketiga bagi Flamengo setelah umpan silangnya salah diantisipasi Ali Hadi Albuayhi sehingga bola masuk ke gawang sendiri.

Skor 3-1 pun bertahan hingga wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

"Kemenangan ini seperti menambahkan ceri pada kue yang musim ini Flamengo miliki," tegas Jorge Jesus. (AFP/R-2)

BERITA TERKAIT