19 December 2019, 02:20 WIB

Terpesona Tarian Bian Lian


(*/M-3) | Humaniora

TUMBUH di lingkungan keluarga multikultur, membuat Russell Rich terbiasa berinteraksi dengan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Sang nenek kebetulan memiliki banyak anak angkat dari etnik Tionghoa, yang membuatnya terbiasa dengan berbagai perayaan adat komunitas Tionghoa.

"Di Medan itu kan kebetulan nenek saya itu memiliki banyak sekali anak angkat yang dari etnik Tionghoa, jadi saya lumayan terbiasa dengan acara-acara adat komunitas Tionghoa. Saya bahkan tertarik dengan opera Bian Lian, sepertinya keren bisa gonta-ganti wajah dengan cepat, waktu itu masih susah belajarnya," terang Russell.

Bian Lian merupakan tarian 1.000 wajah dari daerah Sichuan, Tiongkok. Tarian ini dipertunjukan khusus bagi raja-raja Tionghoa pada masanya. Seorang penari Bian Lian memiliki kemampuan berganti wajah (topeng) dengan cepat, yakni tiap topeng memiliki makna dan gerakan yang berbeda-beda. Russell tertarik dengan tarian ini karena sangat sedikit seniman di Indonesia yang menguasai teknik Bian Lian.

"Setahu saya Bian Lian adalah tarian yang langka, bahkan para penarinya memiliki lisensi. Saya akhirnya cari-cari informasi tentang bagaimana cara mempelajari tarian ini dan dapat satu kontak guru yang bersedia mengajarkan tarian ini kepada saya, tapi beliau di Malaysia. Beliau adalah Kimmy Liew, penari Bian Lian dari Malaysia yang kebetulan belajar langsung di Sichuan. Saya pun terbang ke Malaysia untuk belajar tarian ini dari Kimmy, ukur kostum terus balik ke Medan dan jadi penari Bian Lian di Medan," aku Russell yang cukup lama menjadi penari Bian Lian di Medan, sebelum memutuskan menjadi ilusionis.

Russell mengaku kemampuan mengganti topeng dengan cepat itu sangat membantu ia saat menjadi pesulap profesional. Meskipun Russell telah mantap berkarier di dunia sulap, dalam beberapa kesempatan ia masih sering membawakan tarian Bian Lian.

"Saya masih suka membawakan tarian ini, bahkan di beberapa kesempatan tampil di TV saya perkenalkan tarian ini karena memang dulu di Medan orang mengenal saya sebagai penari Bian Lian," tutur pemuda kelahiran Medan itu. (*/M-3)

BERITA TERKAIT