18 December 2019, 22:20 WIB

Pemerintah akan Bangun Tiga Tol Pendukung ke Ibu Kota Baru


Rudi Agung | Nusantara

SETELAH menuntaskan jalan Tol Balikpapan-Samarinda, pemerintah berencana membangun tiga jaringan jalan tol baru di ibu kota baru.

Jaringan tol tersebut untuk memperkuat akses ibu kota baru di kawasan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. Ini diutarakan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Danang Parikesit.

Ia merinci tiga akses ruas itu terdiri atas simpang Susun Samboja, Simpang Susun Karang Joang, dan akses Tol Trans-Kalimantan lintas selatan.

Ruas tol baru ini, sambung Danang, nantinya menghubungkan Balikpapan-Penajam Paser Utara, Samarinda-Bontang, dan Samarinda-Sepaku PPU.

Pembangunan tol pendukung akses ke ibu kota baru itu akan dilakukan di Bontang, Penajam Paser Utara dan Sepaku.

"Tujuannya meningkatkan konektivitas dari dan ke ibu kota baru. Serta meningkatkan daya tarik Kaltim," ujarnya, Rabu (18/12).


Baca juga: Gubernur Minta Pengerjaan Bandara JB Soedirman Dikebut


Panjang ruas tol tersebut sekitar 30 kilometer dengan nilai investasi antara Rp150 miliar sampai Rp200 miliar per km. Untuk membangun tol tersebut BPJT akan membuka tender.

Sedangkan untuk satu ruas dari Samboja ke Sepaku sedang dipertimbangkan untuk memberikan tugas khusus kepada PT Jasa Marga Tbk, selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang bertanggung jawab atas jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

"Penugasan itu berupa penambahan ruang lingkup pengerjaan saja," ujarnya.

Saat ini, sudah ada prastudi kelayakan untuk tiga ruas tol tersebut. Sehingga bisa ditindaklanjuti tahun depan untuk merealisasikan studi kelayakan.

Pemerintah memperkirakan keseluruhan penyelesaiannya 40 bulan berjalan dengan perkiraan 2 tahun untuk masa konstruksi.

"Kami pilah untuk percepat," ujarnya.

Ia menerangkan percepatan yang dimaksud nantinya memang boleh dilakukan karena akan ada kebijakan baru terkait percepatan masa pelelangan dengan menghilangkan tahapan pra-kualifikasi.

"Sehingga dapat memangkas waktu hingga enam bulan," jelasnya.

Menurut Danang, semua rencana tersebut akan dilakukan saat Undang-undang Ibu Kota Baru sudah diketuk. Nantinya proyek jalan tol itu akan menjadi Proyek Strategis Nasional. (OL-1)

BERITA TERKAIT