18 December 2019, 21:48 WIB

Polri Buka Kemungkinan Perpanjang Satgas Tinombala


Tri Subarkah dan Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum

KEPOLISIAN Republik Indonesia tidak membuka opsi untuk memperpanjang masa tugas Satgas Tinombala. Masa operasi Satgas tersebut hingga kini sudah diperpanjang selama empat kali, yakni sejak 4 Oktober sampai 31 Desember 2019.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menyebut pihaknya akan memperpanjang masa tugas Satgas Tinombala apabila kelompok Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora belum terungkap.

"Kita doakan saja mudah-mudahan cepat terungkap. Sehingga evaluasinya adalah dilanjutkan atau tidak. Tapi saya kira nanti kalau ini juga belum terungkap pasti akan dilanjutkan," terang Asep di Mabes Polri, Rabu (18/12).

Saat ini, polisi masih memanfaatkan waktu yang ada untuk memburu kelompok MIT yang bersembunyi di Poso, Sulawesi Tengah.

"(Masa tugas) berlakunya kan dari 4 Oktober sampai 31 Desember, jadi masih dalam koridor tugas, masih tetap berjalan dulu, melakukan pengejaran terhadap kelompok Ali Kalora," kata Asep.

Baca juga : Polri Perpanjang Operasi Satgas Tinombala Enam Bulan

Ditanya berapa jumlah anggota MIT, Asep belum bisa memastikan. Sebab, jumlah yang terdeteksi dengan yang di lapangan belum tentu sesuai. "Tapi tidak besar kelompoknya," ujarnya.

Saat ini satgas Tinombala masih fokus melakukan pengejaran terhadap kelompok MIT, terlebih paska meninggalkannya Bharatu Muhamad Saepul Muhdori, anggota satgas yang menjadi korban penembakan oleh kelompok tersebut.

"Dengan peristiwa kemarin, gugurnya satu anggota Polri, fokusnya masih dilakukan pengejaran," lanjutnya.

Diketahui anggota Brimob Polri yang tergabung dalam Operasi Tinombala IV, Bharatu Muhammad Saepul Muhdori, tewas ditembak orang tak dikenal. Polisi mengidentifikasi pelakunya merupakan kelompok radikal Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora, yang selama ini diburu oleh aparat.

Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala masih memburu kelompok sipil bersenjata Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pascapenyerangan yang menewaskan satu anggota Polri di Pos Sekat Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong.  

Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto mengatakan, proses olah tempat kejadian perkara pascapenyerangan telah dilakukan.  

Baca juga : Satu Brimob Tewas, Satgas Tinombala Perketat Keamanan Wilayah ...

Berbagai barang bukti pun diamankan. Termasuk beberapa butir selongsong amunisi milik kelompok MIT.  Selain melakukan penyisiran, satgas yang terdiri dari pasukan TNI dan Polri juga memperketat keamanan di wilayah operasi.  

"Tidak hanya wilayah Parigi Moutong. Wilayah operasi di Poso juga kami perketat keamanannya," terang Lukman.  

Menurutnya, satgas yang melakukan penyisiran di wilayah hutan dan pegunungan Desa Salubanga dibagi ke tiga titik.  

Hal ini dilakukan karena keberadaan kelompok MIT diduga belum begitu jauh dari lokasi penyerangan.  

"Kita berharap bisa segera menangkap hidup atau pun mati kelompok itu," tegas Lukman. (OL-7)

BERITA TERKAIT