18 December 2019, 21:37 WIB

KRI Bubara dan KRI Gulamah Resmi Perkuat TNI AL


Golda Eksa | Politik dan Hukum

Dok. Dinas Penerangan TNI AL
 Dok. Dinas Penerangan TNI AL
Kapal perang baru TNI AL

KEPALA Staf TNI AL Laksamana Siwi Sukma Adji meresmikan kapal perang KRI Bubara-868 dan KRI Gulamah-869. Kedua armada baru itu akan memperkuat jajaran TNI AL.

Dalam upacara yang digelar di Dermaga Batavia, Jakarta Utara, Rabu (18/12), KSAL juga mengukuhkan Mayor Laut (P) Hanafi sebagai Komandan KRI Bubara-868 dan Mayor Laut (P) Salus Yustian Harin Prawidana sebagai Komandan KRI Gulamah-869.

Kedua kapal tersebut diserahkan oleh PT Caputra Mitra Sejati (CMS) kepada TNI AL dan diawali penandatanganan berita acara penyerahan KRI. Penyerahan dilakukan Direktur PT CMS Chris Pramono kepada Kepala Dinas Material Angkatan Laut (Kadismatal) Laksamana Pertama Budi Sulistyo.

Secara berjenjang, Kadismatal menyerahkannya kepada Asisten Logistik KSAL Laksamana Muda Moelyanto, serta diteruskan kepada Kepala Staf Komando Armada I Laksamana Pertama Bambang Irwanto yang mewakili Panglima Koarmada I dan kemudian diserahkan kepada Panglima Koarmada II Laksamana Muda Heru Kusmanto.

Kapal perang jenis patroli cepat (PC) 40 meter itu memiliki panjang 45,50 meter, lebar 7,90 meter, bobot 220 ton, serta mampu melaju dengan kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot, dan kecepatan ekonomis 15 knot.

Baca juga : Hariono, Jatuh Bangun Komandan KRI Teluk Mandar

"Dengan jumlah ABK 35 personel, kapal ini dilengkapi dua unit radar, yaitu JRC JMR-9225-6XN dan JRC JMA-9122-6XA. Kapal ini juga memiliki endurance kemampuan berlayar selama enam hari," kata Siwi.

Usai meresmikan dan meninjau dua KRI tersebut, KSAL juga menyampaikan bahwa armada canggih itu merupakan bagian dari program pembangunan kekuatan TNI AL 2015-2019. Realisasi yang menggunakan APBN TNI AL itu untuk menggantikan kapal-kapal yang berusia tua.

"Kapal ini diprioritaskan untuk operasi pengamanan Selat Malaka dan ALKI (alur laut kepulauan Indonesia) II," kata Siwi.

Lebih jauh, terang dia, secara keseluruhan TNI AL membutuhkan cukup banyak kapal-kapal jenis serupa yang akan dioperasikan oleh Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) guna mendukung operasi patroli keamanan laut. (OL-7)

BERITA TERKAIT