18 December 2019, 21:25 WIB

OJK Genjot Konsolidasi Perbankan Tahun Depan


Usman Kansong | Ekonomi

  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
  ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
KONFERESI PERS AKHIR TAHUN OJK

OTORITAS Jasa Keuangan bakal mendorong lebih keras lagi pada 2020 mendatang.

"Kalau sebelumnya melalui imbauan, tahun depan kita dorong melalui aturan," kata Komisioner OJK, Heru Kristiyana, dalam pertemuan OJK dengan pimpinan media di Jakarta, Rabu (18/12).

Konsolidasi perbankan dalam bentuk merger sudah berlangsung.

"Contohnya Sumitomo merger dengan BTPN. Lalu BCA mengambil alih Bank Royal dan Bank Rabo. Juga, Bangkok Bank mengambil alih Bank Permata," papar Heru yang juga Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.


Baca juga: Genjot Proyek 35 Ribu MW, PLN Dapat Sokongan Dana Rp7,91 Triliun


OJK juga mendorong konsolidasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sudah aturan BPR minimal bermodal Rp6 miliar sehingga yang modalnya tidak memenuhi harus merger.

"Sudah ada 34 permohonan merger ke OJK," kata Heru.

Sedangkan untuk bank syariah, menurut Heru, OJK mendorong bank syariah untuk memiliki produk variatif.

"Ini supaya nasabah punya banyak pilihan," ucap Heru.

OJK, lanjut Heru, juga mendorong sinergi antara perusahaan induk dan perusahaan anak atau unit usaha di bank syariah.

"Contohnya teknologi. Perusahaan anak atau unit usaha bisa mengggunakan teknologi perusahaaan induk supaya efisien," katanya. (OL-1)

BERITA TERKAIT