18 December 2019, 15:00 WIB

Pesan Sosial dan Lingkungan dari Bike for Life Rodalink Bali


Ghani Nurcahyadi | Nusantara

Dok. Rodalink
 Dok. Rodalink
Peserta Rodalink Bike for Life membersihkan sampah di pantai

RODALINK Indonesia-Denpasar kembali menggelar jelajah sepeda Bike For Life di Pulau Bali, Minggu (15/12) pagi. Tur bersepeda jelang tutup tahun ini mengangkat tema “Explore Tourism”.

Ratusan peserta dari jenis bersepeda santai hingga yang model bersepeda gunung profesional tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bersepeda santai dipandu para guide dari Rodalink Indonesia-Denpasar, mulai dari titik start Outlet Rodalink Denpasar di Jl Teuku Umar.

Trek yang diambil peserta Bike For Life sekitar 30 kilometer dengan lama tempuh sekitar 3-4 jam jika bersepeda santai sambil menikmati pemandangan.

Panorama pura berderet, pedesaan, sawah dan pantai pun mendominasi. Tambahan lagi menyusuri jalanan perkotaan dengan bangunan arsitektur khas Bali.

Supervisor Rodalink Denpasar Kadek Arya mengatakan, selain tubuh selalu bugar, bersepeda kerap menjadi ajang mensyukuri keindahan semesta dari Sang Pencipta lantaran jalur sepeda yang kerap mengandalkan alam.

Baca juga : Rodalink Ajak Hidup Sehat Lewat Night Ride Ramadhan

"Pertemanan juga semakin luas karena pesepeda umumnya berasal dari kalangan pehobi, komunitas dan pemerhati olahraga sepeda dengan latar belakang profesi rupa-rupa," katanya dalam keterangan tertulis.

Spesialnya, bersepeda massal ini dihadiri oleh atlet nasional sepeda Indonesia Kusmawati Yazid. Ia bersama seluruh peserta bersepeda menyusuri Bali menuju dua titik akhir yaitu Pantai Mertasari dan Tukad Bindu.

Di Pantai Mertasari seluruh peserta bersama sekelompok anggota Pramuka Peduli Lingkungan membersihkan bibir pantai dari sampah plastik.

“Gerakan peduli lingkungan hidup ini menjadi rangkaian acara Bike For Life untuk menjaga kelestarian alam, termasuk kampanyeNo Plastic Day di beberapa kawasan wisata pantai yang ada di Bali,” terang Arya.

Perjalanan berlanjut ke Tukad Bindu, Kesiman, Denpasar Timur. Di sini, peserta disuguhi pemandangan syahdu dari aliran sungai dan tanaman rindang menyejukkan mata.

“Rangkaian acara ini menegaskan bahwa bersepeda tidak hanya sekadar gowes tetapi juga menumbuhkan rasa sosial dan peduli lingkungan. Ini tantangan kami bagaimana membuat kegiatan bersepeda jadi lebih bermanfaat dan positif,” paparnya.

Baca juga : Rodalink Gelar One Fine Day Ajak Masyarakat Gowes Bareng

Manager Marketing Rodalink Indonesia Lucky Tantra menyebut, sepanjang 2019 pasar sepeda di Tanah Air semakin menunjukkan tren positif seiring dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat kaum urban perkotaan.

“Tentu tren tersebut berdampak pada pertumbuhan demandsepeda dan perlengkapannya. Dulu olahraga sepeda cenderung untuk transportasi, kini fungsinya juga untuk menjaga kesehatan dan gaya hidup kaum masa kini,” jelas Lucky.

Hingga saat ini Rodalink telah memiliki 52 outlet, mencakup 42 outlet di Indonesia, tiga outlet di Singapura dan tujuh outlet di Malaysia. Produk sepeda paling laris masih didominasi jenis Mountain Bike (sepeda gunung), Road Bike (sepeda balap) dan Folding (sepeda lipat).

“Tahun ini pasar semakin kuat seiring dengan tren bersepeda yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan. Tahun 2020 kami berencana menambahstore baru dan fokus meningkatkan pelayanan dari segi pengalaman konsumen,” jelas Lucky. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT