18 December 2019, 18:32 WIB

Menikmati Semerbak Aroma Kopi Lebih Lama


Haryo Prasetyo | Pernik

MI/Haryo Prasetyo
 MI/Haryo Prasetyo
Biji kopi

MENGHIRUP aroma dan menyeruput cita rasa merupakan bagian tidak terpisahkan dari proses panjang dalam menikmati kopi.

Aroma kopi dapat dihirup sejak pohon kopi berbunga, saat biji kopi dipetik, dikeringkan, disangrai, hingga kopi diseduh, dan disajikan dalam sebuah cangkir.

Akan tetapi, tidak semua penyuka kopi berkesempatan menikmati seluruh rangkaian proses tersebut.

Kebanyakan hanya dapat menikmati aroma dan cita rasa saat kopi diseduh dan disajikan ke dalam cangkir.   

Lusiana Fitriati, yang sejak kecil dekat dengan lingkungan budi daya kopi, berupaya menghadirkan proses lebih panjang dalam menikmati aroma dan citarasa kopi tersebut.

Bukan sebatas menyajikannya di cangkir, perempuan kelahiran Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan itu, menghadirkan aroma dan cita rasa kopi dalam rangkaian yang lebih panjang.  

Di kafe miliknya, Thesis Coffee,  perempuan yang akrab disapa Lusi itu menyiapkan ruangan khusus untuk me-roasting atau menyangrai biji kopi.

Pengunjung kafenya diizinkan masuk ke ruangan roasting, mengikuti seluruh prosesi dari menyangrai, menyeduh, hingga menyeruput kopi siap saji di cangkir atau gelas.

Sehingga momentum menghirup semerbak wangi aroma kopi pun dapat dinikmati pengunjung lebih lama.  

Yang juga unik, bijih kopi yang disangrai dan disajikan di  kafe yang terletak di Jl KH Hasyim Ashari No 17, Ciledug, Kota Tangerang, Banten itu sebagian besar merupakan hasil dari kebon kopi sendiri milik Lusi di OKU.    

“Untuk memenuhi permintaan, hampir semua jenis bijih dari berbagai daerah di Indonesia tersedia, termasuk tentu saja kopi aseli hasil kebun sendiri dari kampung halaman di OKU,” kata Lusi yang pernah berkarir sebagai pramugari di sebuah maskapai penerbangan terkemuka.  

Bijih kopi hasil kebun Lusi dan dari hasil proses roasting yang ditangani khusus tersebut juga untuk memenuhi permintaan di luar kafe.

Lusi mengemas kopi hasil budidayanya dalam label tersendiri, Lusiana  Kopi Walet.


Pengalaman unik menikmati kopi itu pun dapat dinikmati semua kalangan, mulai pelajar, mahasiswa, hingga ibu-ibu arisan dengan harga ramah.

“Harga secangkir kopi  di Thesis Café  tidak mahal, kami sajikan mulai Rp12.000,” kata Lusi.

Selain rupa-rupa sajian kopi, berbagai menu camilan dan hidangan juga dapat dipesan di Thesis Coffee untuk menemani prosesi menikmati secangkir kopi beserta wangi aromanya dalam tempo lebih lama dan harga lebih terjangkau. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT