18 December 2019, 16:46 WIB

Hutan Kota by Plataran Wujudkan Icon Jakarta


Sri Utami | Megapolitan

ANTARA/Aprillio Akbar
 ANTARA/Aprillio Akbar
Dua wartawan berjalan di Hutan Kota Plataran, kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Rabu (18/12). 

Pengembangan wisata di berbagai daerah terus dilakukan dengan membuat berbagai konsep menarik. Salah satu potensi wisata yang juga ditujukan menjadi icon baru di Jakarta yakni Hutan Kota by Plataran yang akrab disebut plataran Senayan Gelora Bung Karno Jakarta. 

Hutan kota yang berada di lahan 3,2 hektare tersebut memiliki konsep kosmopolitan, eksotik, hijau berbalut kebudayan dan sejarah Indonesia. 

"Kami berpegang pada prinsip nasionalisme bahwa sejarah tidak bisa dibeli. Melihat Indonesia menjadi inspirasi demgan alam, kebudayan, sejarah dan kejayaan Indonesia," jelas Pimpinan Eksekutif (CEO) Plataran Indonesia Yozua Makes dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (18/12).

Yosua mengatakan dengan tagline Light of Nusantara bangunan tersebut menceritakan berbagai sejarah dan kebudayaan Tanah Air. Perwujudan sejarah bangsa dapat dilihat dari pohon beringin yang ada di depan pintu utama Hutan Kota by Plataran.

"Pohon itu menjadi tempat Sukarno merenung, memikirkan dan menyusun Pancasila. Pohon itj kami pertahankan dan ada kolam Pancasila di sana ada lima pilar yang menggambarkan Pancasila," jelasnya. 

Baca juga: Pemprov DKI Pasang lagi Pohon Plastik, Netizen: Oh Boi

Founder Plataran Indonesia Dewi Makes menuturkan pembangunan Hutan Kota Plataran berpegang pada semangat nasionalisme. Hutan Kota Plataran diharapkan dapat menambah semangat kebangsaan bagi pengunjung dan wisatawan yang datang. 

"Kami merevitalisasi bangunan sebelumnya dalam tiga zona, sejarah Indonesia dan kolam pancasila. Di kolam itu ada lima pilar menggambarkan pancasila dan Sukarno merenung di pohon beringin besar itu," tuturnya.

Di sudut lain, kata Dewi, juga dibuat 17 totem yang bermakna para tokoh yang berjasa membangun Indonesia. Selanjutnya tempat tersebut dapat diakses publik secara bersahabat dan represetatif. 

"Lalu ada juga delapan tiang bendera, masuk lagi ada 17 totem dan 45 tiang bendera yang nantinya dipasangkan bendera untuk jamuan negara. Tempat ini juga bersahabat dan terbuka untuk publik," katanya. 

Selain simbol sejarah lahirnya negara kesatuan berbagai karya seni menjadi pemandangan menarik di setiap sudut ruang. Rumah Kaca Melati yang dihiasi dari rotan Indonesia lalu tribun Majapahit hingga Plataran Khatulistiwa menggambarkan nusantara dengan susunan batu-batu. 

"Semua material dari dalam negeri dan kami bekerja sama dengan UKM. Dan setiap tempat di sini dinamakan dengan nama Indonesia seperti ruang Garuda, Indonesia Raya, Ruang Merah Putih dan Tiga Dari dan lain-lain," ungkapnya. 

Hutan Kota Plataran akan dibuka perdana pada 19 Desember 2019. Sejumlah fasilitas yang akan melengkapi Hutan Kota by Plataran, berupa restoran, Plataran Tiga Dari Dining, Pidari Coffee Lounge and Rooftop, Conservatorium Venue.

Selain itu juga ada fasilitas Plataran Tembok Ekspresi, Plataran Pets Playground, Majapahit Tribute Park, Plataran Putri Dewi Amphitheater, Khatulistiwa Exhibition Deck, Basketball Half Caged Court, musala dan jogging track. (A-4)

BERITA TERKAIT