18 December 2019, 11:09 WIB

Anies Diminta Segera Lakukan Naturalisasi Sungai


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/BARY FATHAHILAH
 MI/BARY FATHAHILAH
Suasana rumah rawan longsor milik warga yang berada di sepanjang bantaran Kali Cijantung, Ciracas, Jakarta Timur.

PENGAMAT Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono menilai pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih belum sigap menangani banjir. Ia meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan jajarannya untuk mengambil langkah serius dalam menangani banjir, seperti naturalisasi sungai.

"Penataan bantaran kali harus dilanjutkan. Pemerintah pusat dan DKI harus segera menyepakati penataan normalisasi atau naturalisasi sungai secara harmonis" ujar Nirwono dalam keterangan tertulis, Rabu (18/12).

Nirwono juga mengatakan Pemprov DKI harus segera membebasan lahan relokasi pemukiman warga, lalu lahan untuk pelebaran badan sungai, dan penataan tepi sungai yang paling sering terkena banjir. Seperti di Kali Pesanggrahan dan Kali Ciliwung.

Penataan bantara kali, kata Nirwono, sudah dua tahun tidak ada pembenahan.

Baca juga: Banjir di Jakarta karena Sistem Drainase Masih Buruk

Ia juga menuturkan Pemprov DKI harus mengoptimalkan revitalisasi Situ Danau Embung Waduk (SDEW), untuk dikeruk lebih dalam dan dilebarkan.

"Jika perlu merelokasi pemukiman warga yang berada tepat di pinggiran SDEW, minimal 35-50 meter tepi SDEW itu bebas bangunan," jelas Nirwono.

Selain itu, menurutnya, harus ada rehabilitasi saluran air kota bersamaan dengan revitalisasi trotoar yang sedang dikerjakan Pemda DKI saat ini.

"Pastikan saluran air berfungsi baik, tidak tersumbat apapun dan terhubung baik, lancar ke seluruh saluran air. Pemda juga harus fokus di kawasan yang rawan genangan air," ujar Nirwono.

Anies juga diminta mengoptimalkan seluruh Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai daerah resapan air dan daerah penampung air sementara saat hujan deras. Lalu ada penambahan RTH secara signifikan. (OL-2)

BERITA TERKAIT