18 December 2019, 13:15 WIB

Menhub akan Tambah Personel untuk Cegah Penyelundupan


Yurike Budiman | Ekonomi

ANTARA/Dhemas Reviyanto
 ANTARA/Dhemas Reviyanto
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) saat rilis penyelundupan mobil dan motor mewah di Terminal Peti Kemas Tanjung Priok.

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi akan menambah jumlah personel guna mendukung Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan dalam mencegah penyelundupan mobil mewah.

"Kami sepakat memperketat (pelabuhan) dan mendukung Bea Cukai untuk melakukan upaya-upaya penegakan hukum. Dengan meningkatnya penyelundupan ini, kita tidak boleh main-main, kami akan menambah tim Kemenhub untuk mendukung Bea Cukai, mendukung Polri dan Kejaksaan untuk melakukan pengamatan terhadap kemungkinan penyelundupan barang-barang yang menurut hemat saya mengikuti gaya hidup," jelas Budi di Terminal Peti Kemas Koja, Jakarta Utara, Selasa (17/12).

Budi juga menyampaikan dengan tegas penyelundupan ini sangatlah licik karena menggunakan modus dengan memberitahukan barang yang tidak sesuai dengan isi sebenarnya.

"Modus ini sendiri sangat licik ya dengan mengatakan batu bata dan sebagainya. Jadi memang kita harapkan tim kita di pelabuhan lebih kompak, lebih saling mendukung. Memang sejak tahun lalu, saya minta kepada Ibu Menteri Keuangan, kita makin cepat (mengungkap) karena memang upaya-upaya (penyelundupan) itu selalu ada," papar Budi.

Baca juga: Negara Berpotensi Rugi Rp48 Miliar Akibat Mobil Mewah Selundupan

Seperti diketahui, terungkapnya penyelundupan mobil dan motor mewah ini berawal dari informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dengan proses analisis terhadap inward manifest.

Bea dan Cukai mencurigai adanya pemberitahuan yang tidak benar karena terdapat keanomalian antara netto weight barang dengan jenis barang yang diberitahukan.

Untuk memastikan jenis barang yang sebenarnya, petugas melakukan hi-co scan kontainer dan mendapati citra yang menunjukkan barang yang diimpor berupa kendaraan roda empat. Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap modus yang digunakan dalam tangkapan Bea dan Cukai kali ini. lmportasi kendaraan tersebut diberitahukan dalam dokumen sebagai batu bata, suku cadang mobil, aksesoris, dan perkakas serta dilakukan oleh tujuh perusahaan berbeda. (OL-2)

BERITA TERKAIT