18 December 2019, 09:25 WIB

Persemaian Bibit Modern Dibangun di Lokasi Ibu Kota Negara Baru


Indriyani Astuti | Humaniora

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan membangun persemaian modern di ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

Hal tersebut diutarakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya saat meninjau Permanen di Bukit Merdeka, Samboja, Kalimantan Timur, Selasa (17/12).

Persemaian tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 120 hektare dari hasil survei dan lokasinya akan berada di wilayah Kawasan Hutan Produksi Mentawir pada areal IUPHHK-HTI PT. Inhutani 1.

Sementara itu, untuk kapasitas produksi bibit, direncanakan sebesar 15 juta bibit per tahun yang meliputi tanaman hutan seperti tanaman kayu, multi purpose tree species dan tanaman eksotik.

Selain menjadi pusat pembibitan dan kebun benih, pada lokasi tersebut juga akan dibuat Arboretum atau taman hutan dengan koleksi tanaman endemik Indonesia serta berfungsi sebagai taman rekreasi dan sarana olahraga.

"KLHK telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp100 milliar pada 2020 guna membangun persemaian modern ini," ujar Menteri Siti seperti dikutip dari siaran pers resmi KLHK..

Rencana persemaian modern di Mentawir akan meliputi pembangunan sarana dan prasarana persemaian seperti Germination Rooting Mother Plant House, Laboratorium Kultur Jaringan, Aclimatization Area, Shaded Area, Open Area, Pengolahan Media Tanam, serta Reservoar.

Selain itu, juga terdapat sarana pendukung persemaian meliputi kantor, mess, dan lain-lain.

"Refleksi Persemaian Modern ini sangat penting, karena menunjukkan kepada dunia, bahwa Indonesia dalam pemindahan IKN ini sangat serius dalam pemulihan lingkungan," ucap Menteri Siti.

Menteri LHK meminta jajarannya untuk mencermati beberapa hal penting terkait teknis pembangunan IKN baru di antaranya terkait kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) dan penyiapan areal lahan dalam kawasan hutan yang memang dibutuhkan untuk IKN.

Siti Nurbaya menegaskan bahwa lahan untuk IKN yang baru bukan dari hutan primer, melainkan lahan HTI. Adendum telah dilakukan pada PT. ITCHI Hutan Manunggal yang memiliki konsesi di wilayah yang akan dijadikan IKN.

"Ada adendum di ITCHI, ada kebutuhan negara, terhadap konsesi ini maka kita lakukan koreksi. Jangan lupa, bahwa di sana sudah ada aset, kita perlu mengatur segala operasional sehingga tidak ada yang terganggu," jelas Menteri LHK.

Siti Nurbaya menyatakan bahwa pemindahan IKN dilakukan dengan memerhatikan konservasi dan lanskap alami habitat asli.

Oleh sebab itu, dalam pembangunan infrastruktur IKN, Menteri LHK eminta harus memperhitungkan keberadaan satwa terutama orangutan dan bekantan.

Ia mencontohkan, infrastruktur seperti flyover jangan sampai mengganggu lintasan satwa. Pembangunan IKN, kata dia, harus juga memperhatikan keberlangsungan keaneka ragaman hayati.

"Saya sudah menyampaikan ketika Rapat Terbatas, dimana saja kantong-kantong satwa di lokasi IKN," ucap Siti Nurbaya. (Ind/OL-09)

BERITA TERKAIT