18 December 2019, 00:55 WIB

Duet Ahok-Jonan Dinilai Pas Atasi Masalah Akut Pertamina


Suryani Wandari Putri Pertiwi | Ekonomi

MI/Rommy Pujianto
 MI/Rommy Pujianto
logo Pertamina

PASCAPRESIDEN Joko Widodo marah besar kala mendapati lambannya pembangunan kilang minyak di Indonesia, nama Ignasius Jonan, Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM, digadang-gadang akan menjadi Direktur Utama PT Pertamina.

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, munculnya nama Jonan mengingat prestasinya saat menjabat beberapa posisi strategis, seperti debut pertamanya di BUMN dan Pemerintahan sebagai dirut PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero).

"Ia berhasil menmbuat untung padahal saat itu sedang mengalami kerugian," ujarny Fahmy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/12).

Ia menambahkan, saat menjadi dirut PT Kereta Api (KAI), dalam waktu kurang dari 5 tahun Jonan telah berhasil melakukan radical changes di PT KAI hingga mencapai service excellence.

"Bahkan, Jonan berhasil mengubah PT KAI, yang semula menderita kerugian sebesar Rp83,5 miliar, menjadi untung sebesar Rp154,8 miliar, yang meningkat menjadi Rp560,4 miliar pada 2013," ujarnya.

Baca juga : Erick Mengaku Tunggu Dobrakan BTP

Kesuksesan di PT KAI mengantarkan Jonan menjadi Menteri Perhubungan selama dua tahun. Meski terkena reshuffle kabinet pada 27 Juli 2016, dua bulan kemudian, Presiden Jokowi mengangkat Jonan kembali menjadi Menteri ESDM pada 14 oktober 2016 hingga berakhirnya kabinet jilid satu.

Fahmy mengungkapkan, saat menjadi Menteri ESDM, sejumlah keberhasilan diraih Jonan, doantaranya pencapaian 98,8% rasio elektrifikasi, pengembangan EBT, Listrik Tenaga Surya, Listrik Tenaga Bayu, Biodiesel B20 dan B30, kompor listrik dan kendaraan listrik.

"Tidak dapat disangkal bahwa keberhasilan Indonesia menguasasi mayoritas 51% saham PT Freeport Indonesia setelah 51 tahun, salah satunya berkat kepiawaian dan keuletan Jonan dalam berunding dengan Freeport Mc Moran dan Rio Tinto. Selama menjabat sebagai Menteri ESDM, Jonan juga sudah terbukti punya komitmen dan keberanian dalam menumpas para pemburu rente di bidang energi," tegasnya.

Berdasarkan kualifikasi dan capaian keberhasilan yang diukir, Fahmy menilai Jonan merupakan sosok yang tepat untuk diangkat menjadi dirut Pertamina, yang nantinya akan berduet dengan Basuki Tjahajaa Purnama alias Ahok yang kini menjadi komut Pertamina.

Menurut mantan anggota tim Antimafia Migas itu, meski dikenal sebagai pendobrak Ahok tidak akan pernah mampu mengatasi masalah akut di tubuh Pertamina sendirian tanpa berduet dengan direktur utama (dirut) Pertamina yang memiliki pribadi yang berintegritas, berani, dan professional di bidangnya, serta memiliki track record keberhasilan dalam mengelola BUMN.

"Duet Ahok-Jonan ini diyakini mampu menyelesaikan permasalahan akut dihadapi Pertamina, termasuk mengganyang Mafia Migas seperti yang diharapkan oleh Presiden Jokowi," tandasnya. (OL-7))

BERITA TERKAIT