18 December 2019, 03:40 WIB

Angin Segar Berembus dari Jepang


(E-1) | Ekonomi

Dok DPR
 Dok DPR
 Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel (ketiga dari kanan) memimpin delegasi parlemen Indonesia bertemu Dengan (Keidanren)  

NIAT pemerintah untuk menarik investasi sebesar-besarnya mendapat dukungan dari Jepang.

Wakil Ketua DPR Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel optimistis minat investasi Jepang ke Indonesia semakin kuat. Hal ini tersirat dalam pertemuannya dengan sejumlah asosiasi dunia usaha dan tokoh politik dari partai berkuasa Liberal Democratic Party (LDP) Jepang selama kunjungan muhibahnya ke 'Negeri Sakura' ini, November lalu.

"Dalam berbagai pertemuan terlihat pelaku usaha Jepang mengharapkan kerja sama yang lebih erat dengan Indonesia. Mereka memberikan berbagai masukan yang perlu menjadi perhatian agar potensi investasi yang besar dari Jepang bisa terealisasi untuk mendukung pertumbuhan dan penguatan struktur ekonomi kita," kata Rachmat.

Bersama rombongan yang terdiri atas anggota DPR, DPRD, Rachmat melakukan pertemuan dengan Federasi Organisasi Ekonomi Jepang (Keidanren), Organisasi Perdagangan Eksternal Jepang (Jetro), Japan Bank For International Cooperation (JBIC), Sekjen LDP Toshihiro Nikai, dan anggota Parlemen Tatsou Fukuda.

Berbagai masukan dari pelaku dunia usaha Jepang, menurut Rachmat, akan disampaikan ke pemerintah melalui mekanisme rapat kerja atau rapat dengar pendapat dengan lembaga dan kementerian.

"Usulan dan masukan dari Jetro, JBIC, dan Keidanren ini akan menjadi catatan delegasi dan segera disampaikan untuk menjadi masukan buat pemerintah," katanya.

Jepang ialah investor terbesar kedua di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir, investasi dari 'Negara Matahari Terbit' ini mencapai lebih US$30 miliar. Negara ini juga tercatat sebagai kreditur terbesar dalam memberikan pinjaman untuk pembiayaan APBN.

Ketua Jetro Nobuhiko Sasaki mengatakan, hubungan kedua negara yang sudah berjalan baik lebih dari 60 tahun, harus mengalami peningkatan dan perbaikan. Poin utama hubungan ekonomi Indonesia-Jepang ialah bagaimana melakukan perbaikan dan peningkatan dalam bidang investasi, sumber daya manusia dan transfer teknologi, perbaikan infrastruktur, serta competitiveness, terutama daya saing pengembangan ekspor.

"Ada peluang lanjutan investasi Jepang di Indonesia, apalagi jika dibarengi dengan fasilitas atau insentif untuk kemudahan investasi," kata Sasaki dalam pertemuan yang juga dihadiri Presiden Direktur Jetro Jakarta, Keishi Suzuki.

CEO JBIC Tadashi Maeda mengatakan, JBIC saat ini tengah membahas kemungkinan pembentukan sovereign wealth fund (SWF) yang bisa digunakan untuk membiayai berbagai proyek di Indonesia seperti pembangunan infrastruktur dan perumahan. "Skema yang sama juga diterapkan pada investasi di Uni Emirat Arab," kata Maeda.

SWF merupakan lembaga finansial yang dimiliki negara untuk mengumpulkan dana publik dan menginvestasikannya ke aset yang lebih luas dan beragam. Kemungkinan pembentukan SWF ini sudah dibicarakan dengan Presiden Jokowi dan sejumlah menteri, beberapa waktu lalu. (E-1)

BERITA TERKAIT