17 December 2019, 22:10 WIB

7.000 Orang masih Mengungsi di Pusat Bantuan Banjir Johor


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

HARI masih gelap, Sabtu (14/12) pagi, ketika warga Kampung Mawai, Johor, Malaysia, terbangun oleh banjir yang menggenagi rumah mereka. Banyak yang dievakuasi agen layanan darurat dengan truk, kata kepala desa yang memperkenalkan dirinya sebagai Tok Zaini.

Beberapa memilih untuk tetap tinggal, tetapi akhirnya terpaksa pergi ketika air terus naik. Mereka dievakuasi di dengan kapal.

"Beberapa orang berhasil membawa beberapa barang pribadi sebelum mereka pergi," kata Zaini kepada CNA, Selasa (17/12). "Sebagian besar harus meninggalkan segalanya."

Beberapa bagian Johor dilanda banjir selama sepekan terakhir, dengan sekitar 7.900 pengungsi masih berada di pusat-pusat bantuan di seluruh negara bagian itu.

Pada Senin (16/12), banjir mencapai sekitar 3 meter, kata kepala desa. Sebuah video yang dia ambil menunjukkan rumah-rumah dan mobil-mobil yang tenggelam oleh banjir.


Baca juga: Dibayangi Kebrutalan Polisi, Demonstrasi di India Terus Berlanjut


Di antara mereka yang dievakuasi adalah lebih dari 200 warga dari Kampung Mawai, yang ditempatkan di sekolah sekitar 3 km dari desa mereka.

Banjir telah mengakibatkan ribuan penduduk di Johor terpaksa mengungsi sejak akhir pekan lalu.

Kampung Mawai merupakan bagian dari Distrik Kota Tinggi, tempat sekitar 1.800 orang masih tinggal di pusat-pusat bantuan banjir, Selasa.

Beberapa jalan di daerah itu, seperti Jalan Jemaluang dan Jalan Lok Heng, masih belum bisa diakses untuk lalu lintas karena air setinggi lutut menggenangi beberapa bagian.

Sebelumnya Menteri Utama Johor, Sahruddin Jamal, mengatakan kepada wartawan bahwa gelombang banjir lain masih mungkin melanda wilayah itu sebelum akhir tahun, Kantor Berita Bernama melaporkan.

Dia menyarankan warga untuk berhati-hati dan memerhatikan arahan dari otoritas setempat jika terjadi banjir lebih lanjut. (CNA/OL-1)

 

BERITA TERKAIT