17 December 2019, 21:40 WIB

Pembangunan Infratruktur di Lembata Capai 90 Persen


Alexander P Taum | Nusantara

ANGGARAN senilai Rp80 miliar yang digelontorkan Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, pada Tahun Anggaran 2019 untuk infrastrukutur jalan, jembatan, dan air bersih, terealisasi hingga 90 %. Anggaran tersebut selain terserap untuk membiayai 50 paket proyek fisik, juga membiayai konsultansi lebih dari 100 paket.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali, kepada Media Indonesia di Lembata, Selasa (17/12).

"Belanja modal kita tahun ini lumayan, walaupun kita bergerak terlambat. Praktis pekerjaan fisik dilaksanakan sejak Agustus 2019. Kita punya waktu 3 sampai 4 bulan untuk menyelesaikan pelaksanan fisik. Selain itu kami juga membiayai pelaksanaan paket konsultansi," ujar Paskalis.  


Baca juga: Longsor Tutup Jalur Ciwidey-Soreang


Kadis PU dan Perhubungan Kabupaten lembata itu mengaku bersyukur karena di pengujung 2019, secara output, dinas yang dipimpinnya itu bisa menyerap anggaran maupun realisasi fisik infratsrukutur telah rampung hingga 90%.

Disebutkan, pada TA 2019, anggaran fisik untuk 50 paket proyek fisik yakni pekerjaan jalan lingkungan, jalan kabupaten dan saluran air minum telah menyerap angka Rp50 miliar. Sedangkan untuk kebutuhan konsultansi sekitar 100 paket lebih, menelan angka Rp30 miliar.

Pantauan Media Indonesia, sejumlah ruas jalan kabupaten seperti ruas jalan segmen Waikomo-Belang telah rampung. Ruas jalan di segmen tersebut dikerjakan dengan sistem rigid beton dengan ketebalan 9 sentimeter. Namun tersisa pekerjaan pekerjaan minor seperti penimbunan bahu jalan terus dikerjakan oleh kontraktor pelaksana.  (OL-1)

 

BERITA TERKAIT