17 December 2019, 20:57 WIB

Istri Nurhadi Diduga Kecipratan Uang Suap Mafia Hukum


Adin Azhar | Politik dan Hukum

Dok MI
 Dok MI
Nurhadi seusai diperiksa KPK pada Mei 2016

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami keterlibatan Tin Zuraida, istri eks Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi  Abdurrachman

"Itu pasti akan didalami pada tahap penyidikan. Proses penyidikannya sejauh mana," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung KPK, Selasa (17/11).

Dia mengakui ada fakta persidangan yang mengarah ke istri Nurhadi. Namun, penyidik KPK masih membutuhkan bukti kuat untuk menjerat Tin Zuraida.

"Nanti, pasti penyidik akan mengarah ke sana, terkait untuk mengumpulkan bukti-bukti itu kan," kata Alex

Guna membuktikan itu, KPK perlu memeriksa sejumlah saksi. Hal ini akan dilakukan penyidik KPK dalam waktu dekat. "Akan melakukan penggeledahan dan penyitaan. Nanti kan tergantung kebutuhan penyidik," kata Alex.

 

Baca juga: Kasus Nurhadi Disebut Fenomena Gunung Es


KPK menetapkan Sekretaris Mahkamah Agung periode 2011-2016 Nurhadi sebagai tersangka melalui surat perintah penyidikan tertanggal 6 Desember 2019. Ini merupakan pengembangan perkara Edy Nasution, bekas Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang ditangkap pada April 2016.

Nurhadi melalui menantunya, Rezky Herbiyono, diduga menerima suap Rp 33,1 miliar dari PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) dan gratifikasi Rp12,9 miliar untuk mengurus perkara perdata, baik di tingkat pengadilan pertama maupun pengadilan tinggi hingga MA, dalam tahun yang berbeda.

Setidaknya ada enam kasus lain yang diduga melibatkan Nurhadi. Dalam dakwaan dan tuntutan terhadap Edy Nasution, Nurhadi sempat disebut menerima gratifikasi dalam bentuk layanan kesehatan di RS MRCCC Siloam Semanggi bersama istrinya. Edy Nasution dijatuhi hukuman 5 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 150 juta hingga tingkat kasasi. (OL-8)

 

 

 

BERITA TERKAIT