17 December 2019, 20:09 WIB

Soal Colosseum,Aspija Tuding ada Diskriminasi ke Industri Hiburan


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

Dok. Colosseum Jakarta
 Dok. Colosseum Jakarta
Suasana di Colosseum

ASOSIASi Pengusaha Hiburan Jakarta (Aspija) menuding pembatalan penghargaan Adikarya Wisata 2019 untuk diskotek Colosseum oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai bentuk diskriminasi.

Perlakuan tersebut, kata Ketua Umum Aspija Hana Suryani bahkan selalu menimpa industri hiburan di Tanah Air.

"Hiburan selalu didiskriminasi. Jangankan untuk bela, untuk tengahi saja takut gitu," kata Hana saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (17/12).

Aspija, ungkap Hana, bahkan tidak dilibatkan dalam proses penjurian penghargaan Adikarya Wisata 2019. Padahal, ada 31 kategori dalam penghargaan tersebut.

Colosseum sebelumnya memenangi penghargaan pada kategori Hiburan &Rekreasi-Klab Malam & Diskotik pada Adikarya Wisata 2019. Namun, penghargaan itu dicabut Pemprov DKI Jakarta pada Senin (16/12).

Baca juga : FPI Apresiasi Anies Cabut Penghargaan untuk Diskotek Colosseum

"Itu aku masih bete (kesal) karena enggak dilibatkan dalam penilaian. Makanya aku diam aja, aku enggak mau ikut-ikutan. Tahunya ramai, tapi bodo ah," ucap Hana.

Hana meminta, pihaknya diberikan tempat yang proporsional untuk melakukan klarifikasi. Hal itu terkait dengan adanya penolakan keras penghargaan oleh Colosseum, terutama dari Front Pembela Islam (FPI).

"Sekarang begini, kita punya hak jawab, FPI juga punya hak, punya tugas untuk mempertanyakan selaku masyarakat dari ormas Islam. Kita punya hak saling mengklarifikasi, saling duduk bareng berdiskusi," tutur Hana.

"Aku mikirnya ini langkah awal kita semua mencoba lakukan pembinaan dan rangkul industri hiburan dimana kedepannya hal yang ditudingkan, bisa sama-sama cari solusi. Bagaimana teman-teman operasional di lapangan tidak di lepas tapi dirangkul oleh Pemprov DKI," pungkas Hana. (OL-7)

BERITA TERKAIT