18 December 2019, 09:40 WIB

Dokumenter Terakhir Boyband Jepang Arashi


Fathurrozak | Weekend

MI/Galih Agus Saputra
 MI/Galih Agus Saputra
Arashi

ARASHI telah meraih banyak kesuksesan sejak memulai perjalanannya pada 1999. Mereka pernah tembus penjualan CD hingga 40 juta keping, dan pertunjukan konser dengan 14 juta penonton. Dengan banyaknya rekor yang mereka pecahkan, Arashi semakin menguatkan posisi sebagai boyband Jepang papan atas.

Pada Januari 2019, Arashi mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan aktivitas grup sejenak setelah 2020. Sekaligus merupakan penanda 20 tahun sejak dibentuknya grup mereka. Setelah pengumuman tersebut, Arashi pun bangkit menjadi lebih aktif dari sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Arashi membuat akun di lima platform media sosial dan merilis semua single mereka di portal streaming di seluruh dunia. Arashi juga belum lama menyelesaikan tur Jet Storm selama dua hari di empat kota Asia, yaitu Jakarta, Singapura, Bangkok, dan Taipei.

Netfix meluncurkan dokumenter grup idol Jepang ini selama setahun penuh pada tiap bulannya. Serial Arashi's Diary -Voyage akan menggabungkan rekaman arsip dan kisah perjalanan Arashi pada tahun terakhir mereka sebelum hiatus. Selain itu, serial orisinal dokumenter ini juga akan memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai perjalanan Arashi menuju ketenaran, kualitas yang dibutuhkan untuk menjadi boyband terbesar Jepang, dan kehidupan di balik layar menjelang masa hiatus mereka. Serial ini akan keluar setiap bulan selama setahun mulai dari 31 Desember 2019.

"Kenapa kami memutuskan untuk menghentikan grup ini pada akhir 2020, setelah peringatan 20 tahun peluncuran Arashi? Kami ingin menceritakan, sekaligus menunjukkan, apa yang akan kami pikirkan dan rasakan selama setahun ke depan ketika momen itu tiba bagi seluruh penggemar kami," papar Jun Matsumoto, personel Arashi dari rilis yang Media Indonesia terima.

Dia menambahkan pohaknya tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi tahun depan ketika perjalanan ini berakhir. Namun dia yakin serial ini dapat menggambarkan mereka secara nyata, dengan cara yang belum pernah dilihat penggemar sebelumnya. "Bekerja sama dengan Netflix berarti serial ini akan tayang di 190 negara. Saya pikir akan bagus sekali jika orang-orang yang tidak mengenal kami dapat melihat hiburan seperti apa yang ada di Jepang. Semoga ini dapat memberikan mereka kesempatan untuk mengenali budaya dan kemanusiaan yang bisa dilihat di Jepang," tutupnya. (Jek/M-4)

BERITA TERKAIT