17 December 2019, 16:18 WIB

7 Santri Pesantren Ulul Albab Diduga Keracunan Makanan


Yose Hendra | Nusantara

Ilustrasi
 Ilustrasi
Keracunan makanan

SEBANYAK tujuh santri Pondok Pesantren (Ponpes) Ulul Albab, Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatra Barat, dilarikan ke Puskesmas Koto Baru, karena diduga keracunan makanan, Selasa (17/12).

Camat Koto Baru, Berlian, mengatakan, para santri yang dirawat di Puskesmas Koto Baru ada tujuh. Mereka adalah Cindi Ayu, Betris Palensia, Airin Bunga, Wulandari, Sunchi Cahnia, Zulfa dan Sahilpha Putri. Hingga siang ini mereka masih mendapatkan perawatan di Puskesmas Koto Baru.

Berlian menjelaskan, dugaan keracunan itu berawal dari tadi malam, dimana para santri pergi ke acara syukuran seorang teman. Mereka lalu
mengkonsumsi hidangan yang disajikan tuan rumah. Sepulang acara 32 santri mengalami pusing kepala dan muntah muntah. Tujuh dilarikan ke Puskesmas dan sisanya masih di asrama Ponpes.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, Rahmadian bersama Kabag Humas Setda, Budi Waluyo, membenarkan kejadian tersebut. Namun pihaknya masih menyelidiki sebab pasti dugaan keracunan itu.

"Kalau dari info yang kita kumpulkan, kemungkinan mereka keracunan mie goreng," sebut Rahmadian.

Sedikitnya dua dokter dan 10 paramedis telah diturunkan ke Ponpes Ulul Albab untuk memberikan pertolongan kepada para santri yang diduga terpapar keracunan makanan. Ada sekitar 32 orang yang kini masih bertahan di Ponpes dan dirawat oleh petugas kesehatan yang dikirim pihak Puskesmas Koto Baru.

Kepala UPK Puskesmas Koto Baru, Surya mengatakan, pihaknya telah melakukan perawatan terhadap para santri korban dugaan keracunan
makanan, baik yang dirawat di Puskesmas, maupun yang dirawat di asrama Ponpes. "Ada lima belas orang petugas kita, termasuk dua dokter yang kita kerahkan ke Ponpes Ulul Albab," kata Surya.

Sementara Dinkes Kabupaten Dharmasraya dan Camat Koto Baru juga sudah menurunkan tim untuk membantu menangani persoalan tersebut. Rahmadona Fitri dari Dinkes Kabupaten Dharmasraya menyebut, pihaknya sudah menurunkan tim keamanan pangan untuk mengamati dan menelusuri sebab sebab kejadian. "Kita berikan solusi terbaik buat masyarakat kita," pungkasnya. (OL-11)

 

BERITA TERKAIT