17 December 2019, 14:31 WIB

Bukan Semata Cari Untung, Bisnis Harus Jadi Bagian Solusi Global


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
Coffee Talk, Sharing Session bertajuk Expand Your Impact Through Your Business yang diselenggarakan PPM School of Management. 

DUNIA dengan tantangan yang makin meningkat, problem yang makin beragam dari ketidaksetaraan ekonomi hingga perubahan iklim yang ekstrem, tengah mencari solusi yang dapat memberikan dampak pada skala dan kecepatan.

Oleh karenanya, sudah waktunya untuk melipatgandakan peran wirausahawan sosial dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan. 

Seiring dengan kemunculan start-up, bisnis kini tidak lagi dibangun hanya untuk menghasilkan uang dan mengejar untung semata, namun juga berorientasi pada mengejar jalan yang lebih besar, dan menjadi bagian dari solusi global. Dunia bisnis menyebutnya sebagai 'dampak kewirausahaan'.

Wirausahawan sosial telah menjadi sumber daya yang ditargetkan seiring dengan berakhirnya era penjualan sumber daya alam.

Pertukaran data dan pemanfaatan demografi secara maksimal telah menjadi sumbu utama yang menghasilkan riset riset baru yang memperkaya aspek Research and Development dalam dunia bisnisyang berujung pada peluang dan model bisnis baru,serta penciptaan lapangan pekerjaan.

Apa yang bisaditawarkan oleh wirausahan sosial di era milenial kini? Secara alami, mereka memiliki banyak wawasan, pengetahuan bisnis manajemen yang lebih intuitif, kecerdasan, inovasi serta berhasrat untuk membangun masyarakat lokal, dan meningkatkan derajat hidup mereka dengan menciptakan bisnis yang lebih beretika, transparan dan membuat hidup orang menjadi lebih mudah.

Sederhananya, mereka tidak lagi mempercayai penjualan sebagai senjata utama, tetapi pada pemecahan masalah (problem solving).

Demikian saripati dari Coffee Talk, Sharing Session bertajuk Expand Your Impact Through Your Business yang diselenggarakan PPM School of Management bertempat di Beranda PPM, Jakarta, Minggu (15/12).

Dalam kesempatan tersebut hadir sebagai pembicara, Gracia Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden RI 2019-2024 yang juga Pendiri Kitong Bisa.

Dalam pemaparannya, Gracia Billy Mambrasar berbagi wawasan bahwa ketika ingin membangun masyarakat, memaksakan keinginan kepada masyarakat setempat, bukanlah cara terbaik untuk memberikan solusi.

"Melainkan, wirausahawan sosial harus memiliki pendekatan-pendekatan yang lebih humanis, tahu dan mengerti kebutuhan masyarakat setempat, tinggal bersama mereka dan memiliki sikap empati," jelas Gracis.

Menurut Gracia, empati merupakan sikap bela rasa dan tindakan yang sangat kuat dan memengaruhi, sehingga ketika kita bisa lebih jauh menghayati kehidupan mereka, seiring itu juga munculah ide-ide baru yang dapat berkembang, diajukan dan bisa dikaryakan untuk membangun bersama.

"Dengan cara demikianlah seorang wirausahawan sosial dapat berinovasi dan melebarkan pengaruh yang lebih kuat," ujarnya. (OL-09)

BERITA TERKAIT