17 December 2019, 13:33 WIB

Tiga Kecamatan di Aceh Utara Terendam Banjir


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

Antara
 Antara
Warga berdiri di depan rumahnya terendam banjir di Desa Hasan Kareueng, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Aceh, Senin (16/12/2019)

TIGA kecamatan langganan banjir di kawasan Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, sejak dua hari terakhir kembali terendam. Selain menggenangi permukiman warga, juga merendam lahan sawah berumur satu bulan. Lokasi yang terendam banjir itu meliputi Kecamatan Pirak Timu, Matangkuli dan Kecamatan Blang Mangat. Hal itu disebabkan di lokasi setempat terus menerus diguyur hujan deras sehingga terjadi luapan sungai.

Di Kecamatan Pirak Timu, banjir mengenangi permukiman warga Desa Krueng Kreh, Leupe, Rayeuk Pange, Bungong, Geulumpang, Matang Keh dan Desa Krueng Pirak. Ketinggian air berkisar 30 cm-50 cm. Banjir juga mengenangi badan jalan menghubungkan lokasi itu dengan Pasar Alue Bungkoh, Ibukota Kecamatan Pirak Timu. Itu sebabnya arus lalu lintas antar desa terganggu.

"Beberapa titik badan jalan tidak bisa dilalui. Untuk menembus itu harus menggunakan rakit bambu atau sampan kayu" kata Abdurrahman, tokoh masyarakat Pirak Timu, Selasa (17/12/2019).

Di Kecamatan Matangkuli, banjir merendam Desa Lawang, Tangjung Hai Muda, Alue Tho, Hagu, Meuriya, Siren, Meunje dan Desa Beuringen. Di Desa Lawang dan Desa Tanjung Haji Muda, ketinggian air mencapai 1 meter-1,5 meter. Untuk menghindari kemungikinan buruk warga harus mengungsi ke tanggul irigasi ditengah sawah dan gedung serba guna.

"Air masuk ke dalam rumah. Anak-anak dan orang lanjut usia harus dibawa ke tempat yang lebih tinggi seperti gedung serba guna atau balai desa," kata Kepala Desa Tanjung Haji Muda, Husen.

baca juga: Pabrik Pusri NPK II Fusion Mulai Dioperasionalkan

Berapapa desa terendam di Matangkuli karena dikepung oleh luapan Sungai Krueng Peutoe, Sungai Lrueng Pirak dan Sungai Krueng Keureutoe. Banjir Di Aceh Utara itu juga merendam 53 unit rumah warga Desa Mane Kareung dan 20 unit di Desa Blang Buloh, Kecamatan Blang Mangat. Sejak Senin 16 Desember warga harus membangun dapur umum dan tenda darurat di lokasi yang lebih tinggi. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT