17 December 2019, 14:15 WIB

BI Siapkan Rp150 Triliun Uang Tunai Jelang Natal dan Tahun Baru


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

ANTARA/Aprillio Akbar
 ANTARA/Aprillio Akbar
Petugas mengitung uang rupiah di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta.

DIREKTUR Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Junanto Heriawan mengungkapkan pihaknya akan menyiapkan uang tunai sebesar Rp105 triliun guna memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan akhir tahun 2019.

Bank sentral disebutnya juga menyediakan sebanyak 1.414 titik layanan penukaran uang di seluruh wilayah Indonesia hingga ke daerah terdepan terluat dan terpencil hingga 31 Desember 2019.

"Khusus periode Natal dan akhir tahun 2019, BI memperkirakan kebutuhan uang tunai secara nasional mengalami peningkatan hingga mencapai Rp105 triliun atau meningkat 7,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya," kata Junanto dalam keterangan resmi, Selasa (17/12).

Peningkatan kebutuhan uang tunai itu, lanjutnya, terdiri darin uang pecahan besar (UPB) sebesar Rp100,7 triliun dan uang pecahan kecil senilai Rp4,3 triliun.

Baca juga: Jiwasraya Tunggak Klaim Rp12,4 T

BI mengantisipasi kebutuhan uang tunai tersebut dengan menyiapkan layanan kas di kantor BI, jaringan perbankan, dan infrastruktur sistem pembayaran nontunai.

Layanan itu merupakan sinergi BI dengan perbankan guna memberikan layanan prima kepada masyarakat. Kegiatan pelayanan yang mengusung tema 'Rupiah Sahabat Untuk Semua' dilakukan dengan ekstensifikasi layanan penukaran melalui kas keliling dan titik penukaran di pusat kegiatan maupun di kantor cabang perbankan.

"Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan sistem pembayaran nontunai yang diselenggarakan Bank Indonesia melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI)," terang Junanto.

Lebih lanjut, BI mendorong masyarakat menukarkan uangnya di lokasi penukaran resmi guna mencegah risiko uang palsu dan untuk menjaga kualitas uang.

"Masyarakat diimbau agar selalu memperhatikan Ciri Keaslian Rupiah dengan Dilihat, Diraba dan Diterawang serta Merawat Rupiah dengan 5 Jangan; Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi," tutup Junanto. (OL-2)

BERITA TERKAIT