17 December 2019, 12:00 WIB

Pembunuh Model Mongolia Mengaku Disuruh Najib


Marcheilla Ariesta | Internasional

AFP/SADIQ ASYRAF
 AFP/SADIQ ASYRAF
Mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak (tengah)

MANTAN polisi Malaysia yang dihukum karena membunuh model asal Mongolia Altantuya Shaariibuu mengklaim melakukan pembunuhan karena disuruh mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.

Azilah Hadri mengungkapkan Najib memerintahkannya 'menangkap dan menghancurkan' Altantuya. Perempuan itu digambarkan Najib sebagai mata-mata asing.

"Saya bertanya kepada wakil perdana menteri apa yang dia (Najib) maksud dengan menangkap dan menghancurkan mata-mata asing. Dia menjawab, 'tembak dan bunuh' sembari memperlihatkan gerakan menggorok leher," kata Azilah, dilansir dari laman Channel News Asia, Selasa (17/12).

Azilah menambahkan, dia juga disuruh memusnahkan tubuh mata-mata asing itu dengan alat peledak untuk menghilangkan jejak.

Baca juga: RI Dorong Mitra ASEM Tingkatkan Konektivitas

Bahan peledak itu diperoleh dari toko UTK (gudang senjata). UTK mengacu pada Pasukan Aksi Khusus polisi Malaysia.

Azilah mengajukan pernyataan hukum kepada Pengadilan Federal untuk meninjau kembali keputusan hukuman pada dirinya, serta hukuman mati yang dijatuhkan kepada Sirul Azhar Umar, sesama personel UTK pada 2015.

Ia juga mengajukan banding atas putusan hukuman padanya.

Namun, Najib Razak membantah pernyataan Azilah. Lewat juru bicaranya, dia menyatakan klaim Azilah adalah fitnah keji untuk menjatuhkannya.

Altantuya ditembak mati dan tubuhnya diledakkan dengan bahan peledak C4 di Shah Alam pada 2006.

Dia disebut-sebut sebagai kekasih Abdul Razak Baginda, seorang analis politik yang merupakan penasehat Najib sejak 2000 hingga 2008. (OL-2)

BERITA TERKAIT