17 December 2019, 10:06 WIB

Hari Ini, Jokowi akan Tunjuk Titik Istana di Ibu Kota Baru


Desi Angriani | Politik dan Hukum

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo akan blusukan ke Kalimantan Timur, hari ini, Selasa (17/12). Di sana, Jokowi akan menentukan titik pembangunan Istana Kepresidenan secara langsung.

Presiden dan rombongan lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Selasa (17/12) pukul 07.30 WIB.

Setibanya di calon ibu kota baru, Jokowi dijadwalkan meninjau Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,35 kilometer lalu menuju Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Setelah blusukan, Jokowi akan bermalam di Kalimantan Timur dan meresmikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Balikpapan keesokan harinya.

Sebelumnya, Presiden mengaku akan memilih secara langsung lokasi pembangunan pusat pemerintahan ibu kota baru. Istana Kepresidenan nantinya akan berada di antara Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Baca juga: Presiden Minta Ibu Kota Baru Ramai dan Berbiaya Murah

"Minggu depan, saya akan berada di sana untuk memastikan titik mana. Kan ini kan gede banget, titik mana yang akan dipakai untuk lokasi klaster pemerintahan," kata Jokowi di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Jumat (13/12).

Jokowi menjelaskan terdapat beberapa klaster dalam pembangunan ibu kota baru. Pusat pemerintahan atau klaster pertama yang akan dibangun antara lain Kompleks Istana Kepresidenan, Gedung DPR/MPR, Gedung Mahkamah Agung, Gedung Mahkamah Konstitusi, Gedung Kementerian/Lembaga dan rumah dinas.

Lebih lanjut, desain ibu kota akan diumumkan setelah Presiden menetukan lokasi pembangunan pusat pemerintahan, pekan depan.

Saat ini, sebanyak 762 orang tercatat menyetor desain ibu kota baru baik secara perseorangan maupun kelompok melalui sayembara.

"Kalau sudah dilihat tentu saja kalau sudah ke sana, feelingnya dapat, baru nanti arsitek, urban planner, semua kumpul, bener ini bisa, iya (putuskan)," pungkasnya.

Proses pembangunan ibu kota baru ini akan membutuhkan dana sedikitnya Rp466 triliun. Dari jumlah itu, porsi APBN mencapai Rp89,4 triliun atau sebesar 19,2%. Sisanya, mengandalkan KPBU sebesar Rp253,4 triliun atau 54,5%, swasta termasuk BUMN sebesar Rp123,2 triliun atau 26,4%. (OL-2)

BERITA TERKAIT