17 December 2019, 06:37 WIB

Warga DKI Tergigit Kobra Dapatkan Serum di 7 RS Ini


Antara | Megapolitan

BANYAKNYA temuan ular kobra dalam beberapa hari ini di wilayah Jakarta, Pemprov DKI Jakarta telah mempersiapkan sejumlah rumah sakit untuk menangani korban gigitan ular kobra.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristi Watini mengatakan pengobatan gigitan ular kobra menggunakan serum. Namun serum tersebut belum didistribusikan ke tingkat puskesmas. Baru beberapa rumah sakit yang menyediakan serum anti bisa ular.

"Ada tujuh rumah sakit yang menyediakan serum anti-bisa ular di DKI Jakarta yakni RSUD Tarakan, RS Suyoto, RSUP Fatmawati, RSUD Cengkareng, RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), RSPI Sulianti, dan RS Fatmawati," ujar Kristi di Jakarta, Senin (16/12/2019).    

Kristi mengatakan serum itu hanya bisa diberikan kepada pasien terbukti terkena gigitan ular berbisa, dengan penanganan medis dari rumah sakit. Beberapa rumah sakit masih mematok biaya untuk pemberian serum anti-bisa ular itu, namun ada juga yang memberikannya secara gratis.    

"Misalnya RSCM yang mematok harga Rp900.000 dan RS Fatmawati Rp595.000. Namun, beberapa rumah sakit menyediakan serum secara gratis seperti RSPI Sulianti yang menyediakan serum gratis untuk pasien BPJS," kata dia.        

baca juga: Waspadai Hujan Disertai Angin dan Petir di Jakarta Hari Ini

Ia mengimbau kepada warga yang tergigit ular kobra agar tidak panik. Setelah tergigit ular, segera lakukan pemasangan bidai dan eratkan dengan menggunakan ikatan kain atau perban agar racun lambat menyebar. Setelahnya, korban ditangani secara medis dengan serum anti-bisa ular, sesuai dengan kondisi korban.        

"Bila penderita gigitan ular tiba di rumah sakit dalam keadaan darurat seperti syok akibat racun bisa ular, maka dokter akan segera melakukan tindakan resusitasi untuk menyelamatkan nyawa penderita," terang Kristi. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT