17 December 2019, 06:10 WIB

Toni-Ann Singh, Mutiara dari Jamaika


Indriyani Astuti | Hiburan

AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
 AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
Miss World 2019, Toni-Ann Singh

SETELAH melalui serangkaian tes yang ketat, gelar Miss World 2019 akhirnya jatuh kepada Toni-Ann Singh, 23, dari Jamaika. Sementara itu, posisi kedua diberikan kepada perwakilan dari Prancis Ophely Mezino dan Suman Rao dari India di posisi ketiga.

Acara malam Grand Final Miss World 2019 itu berlangsung di London, Inggris, Sabtu (14/12) waktu setempat, dan disiarkan secara global ke lebih dari 150 negara. Atas kemenangannya, Singh berhak menerima mahkota dari pemenang tahun lalu, yakni Vanessa Ponce dari Meksiko.

Seusai penobatannya, Singh mengatakan akan menggunakan gelarnya itu untuk membuat sebuah perubahan menyangkut masa depan perempuan dan anak-anak di dunia.

"Saya ingin membuat perubahan yang berkelanjutan. Jadi jika kita berbicara soal perempuan, itu harus menjadi sesuatu yang akan memastikan bahwa mereka dan anak-anak mereka memiliki nilai kehidupan yang berbeda," kata perempuan dengan tinggi badan 167 sentimeter itu kepada wartawan seperti dilansir Reuters.

Lulusan Psikologi Universitas Florida State itu menuturkan bahwa kecantikan ialah hal paling terakhir dalam pencapaiannya. Namun, setelah mengikuti kompetisi Miss World, ia merasakan ada sesuatu yang mengubah dirinya.

"Tidak apa-apa untuk merayakan hal-hal seperti kecantikan dan atribut, kekuatan dan hal-hal itu. Tapi ini jauh lebih dari itu," katanya sambil memeluk orangtuanya yang penuh rasa bangga, yakni Jahrine dan Bradshaw.

Warga Jamaika yang menghadiri acara itu memuji kemenangan Singh sebagai kemenangan juga bagi negara Pulau Karibia mereka. "Fakta bahwa Miss World dimenangi orang kulit hitam sangat, sangat penting, bagi kami karena itu mewakili banyak dalam hal budaya kita, dalam hal seberapa jauh dunia telah bergerak," kata anggota audiensi Christine McDermott yang tinggal di London.

 

Bakat menyanyi

Singh menjadi perempuan keempat asal Jamaika yang meraih titel Miss World. Lisa Hanna menjadi Miss World asal Jamaika pada 1993 silam. Jauh sebelum itu, Jamaika telah dua kali memenangi ajang tersebut pada 1976 dan 1963.

Singh dilahirkan di Morant Bay, Jamaika, pada 1996. Dia kemudian pindah ke Florida, Amerika Serikat, pada usia 9 tahun. Mengutip situs Miss World, Singh diketahui bercita-cita menjadi seorang dokter, meski akhirnya berlabuh pada jurusan psikologi.

Di waktu luang, Singh suka bernyanyi, memasak, vlogging, dan menjadi relawan. Bakat istimewanya ialah dia bisa menyanyikan opera klasik.

Saat berlangsungnya malam Grand Final, Singh ikut menunjukkan kemampuan menyanyinya itu lewat tembang I Have Nothing yang dipopulerkan mendiang penyanyi Whitney Houston. Karena suaranya itu, ia pun didapuk sebagai pemenang Fast Track Top Talent Miss World 2019.

Di ajang itu, Indonesia mengirimkan Miss Indonesia 2019 Princess Mikhaelia Audrey Megonondo,19, sebagai wakilnya. Selain bahasa Inggris, Princess menguasai beberapa bahasa asing, antara lain Mandarin, Prancis, dan Jerman.

Putri pertama pasangan pengusaha Baron Maktal Megonondo dan Listiana Megonondo itu berhasil meraih prestasi masuk ke 40 besar Fast Track Top Model. Prestasi yang sama juga diraih untuk kategori Head to Head Challenge dan Beauty with a Purpose (BWAP) serta masuk dalam Top 10 Beauty with a Purpose.

“Alhamdullilah saya merasa senang bisa mempresentasikan nama Indonesia dalam ajang Miss World yang sudah digelar untuk ke-67 di Kota London,” ujar Princess Megonondo yang dalam salah satu penampilannya mengenakan busana Minang berupa baju kurung lengkap dengan penutup kepala. (Ant/H-2)

BERITA TERKAIT