17 December 2019, 05:20 WIB

Pasar Properti di 2020 Diyakini Membaik


Ria/S-5 | Ekonomi

MI/M IRFAN
 MI/M IRFAN
PT Triniti Dinamik rampungkan konstruksi The Smith di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Banten.

PRESIDEN Direktur PT Triniti Dinamik Samuel S Huang menilai kondisi pasar properti pada kuartal III 2019 telah membaik. Hal tersebut disebabkan kondisi politik yang sudah semakin tenang pascapemilihan presiden dan pemilu legislatif.

Selain itu, jelasnya, pertumbuhan pasar properti didukung penurunan suku bunga acuan serta kebijakan pelonggar­an aturan loan to value (LTV) dan finance to value (FTV) yang mulai berlaku pada akhir 2019.

“Sinyal pulihnya ekonomi sudah terlihat sejak pertengahan tahun ini,” ujarnya seusai acara prosesi penutupan atap (topping off) Apartemen The Smith yang dikembangkan PT Triniti Dinamik di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Kamis (12/12).

Karena itu, ia selaku pengembang berharap pada 2020 kondisi pasar pro­perti mengarah lebih baik. “Tahun depan memberikan kesempatan yang tepat untuk masyarakat membeli properti, baik untuk dihuni maupun sebagai sarana investasi,” ungkap Samuel yang kini menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Realestat Indonesia (REI).

Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia memberlakukan aturan penurunan uang muka sebesar 5% terhadap kredit pemilikan rumah (KPR) untuk kepemilik­an kedua dan seterusnya. Aturan yang mulai berlaku pada 2 Desember 2019, ini, menyesuaikan dengan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (7DRRR) yang ditahan sebesar 5% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI beberapa waktu lalu.

Terkait dengan proyek Apartemen The Smith, Samuel mengungkapkan dengan selesainya prosesi penutupan atap, diperkirakan proses serah terima unit akan mulai dilakukan pada akhir 2020.

Bangunan mixed use yang terdiri atas 7 lantai perkantoran, 5 lantai small office home office (SOHO), dan 14 lantai residensial tersebut saat ini sudah terjual sekitar 75%.

Ia mengaku yakin sisa unit yang belum terjual tidak membutuhkan waktu lama karena The Smith berada di kawasan pusat bisnis dan hunian di barat Jakarta. (Ria/S-5)

BERITA TERKAIT